Motif Sakit Hati Pelaku Pembunuhan Tiga Orang Di Magelang Dibantah Keluarga

BNews–MAGELANG-– Sakit hati diminta menanggung utang orang tua disebut jadi motif Dhio Daffa (22) tega menghabisi nyawa orang tua dan kakak kandungnya.

Namun Sukoco (69), kakak kandung Heri Riyani (54), atau ibu kandung pelaku sekaligus korban, tidak percaya dengan pengakuan Daffa.

Sukoco mengatakan, adik dan adik iparnya merupakan keluarga berada. Suami Heri merupakan seorang pensiunan Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Kabupaten Grobogan.

“Enggak mungkin kalau masalah ekonomi, saya tahu mereka sangat mapan. Tidak pernah cerita lagi susah ekonomi atau gimana atau punya utang. Suaminya juga baru 2 bulan pensiun,” ujar Sukoco kepada wartawan, Selasa (29/11).

Ia juga membantah ayah Daffa sakit. Selama ini keduanya dalam kondisi kesehatan yang bagus.

“Itu anak banyak sekali bohongnya. Mereka baik-baik saja tidak ada sakit apa-apa,” kata Sukoco

Justru menurutnya, anak bungsu keluarga itu yang bermasalah. Kepada dirinya, Heri Riyani kerap mengeluhkan perilaku Dhio Daffa. Pria itu disebut kerap membuat masalah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Sering buat masalah. Sempat adik saya ngomong bulan ini saya harus bayarin Dhio Rp 32 juta ngakunya untuk kursus. Itu anak memang suka ngaku-ngaku, katanya kerja tapi enggak ada buktinya. Katanya kuliah di Yogya, tapi juga enggak ada buktinya. Banyak bohongnya dia,” ungkap Sukoco.

Hal senada juga dikatakan Kepala Desa Mertoyudan, Eko Sungkono. Eko mengatakan, keluarga korban dikenal sebagai keluarga yang mapan dan kecukupan.

“Orang punyalah. Mobilnya saja ada 3, rumahnya bagus. Sedang bangun rumah juga,” ungkap Eko.

Ketiga korban juga disebut sebagai pribadi yang baik dan ramah. Ayah pelaku yang juga korban juga tidak terlihat memiliki sakit fisik.

“Orangnya baik dan ramah. Tidak kelihatan kalau sakit, aktivitas seperti biasa. Jalan-jalan atau nyapa-nyapa seperti biasa,” kata Eko.

Berdasarkan pantauan kumparan di lapangan, rumah korban terlihat cukup besar dan memiliki dua lantai. Dari luar pagar juga terlihat satu mobil keluarga.

Saat ini garis polisi masih terpasang di depan rumah yang terletak di Dusun Prajenan RT/RW 10/01 Desa Mertoyudan Kabupaten Magelang. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!