Mulai Tahun Depan Tarif Materai Jadi Rp 10.000, Bagaimana Nasib Yang Lama?

BNews—NASIONAL—Pemerintah bakal mengenakan bea meterai Rp 10.000 Mulai awal tahun depan. Kendati demikian, materai Rp 3.000 dan Rp 6.000, masih berlaku hingga setahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan ”Ada transisi bahwa meterai lama masih bisa digunakan satu tahun ke depan,” kata Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo, Rabu (30/9/2020). Dikutip dari Kumparan.

Sementara itu, Direktur Peraturan Perpajakan I Ditjen Pajak Arif Yanuar menyebut, masyarakat bisa membubuhkan dua meterai di masa transisi. Yakni minimal Rp 3.000 dan Rp 6.000 atau sejumlah Rp 9.000.

”Dengan cara memateraikan dalam dokumen minimal nominal Rp 9.000. Jadi bisa dipasang Rp 6.000 dan Rp 3.000 atau Rp 6.000 dan Rp 6.000 kalau enggak ada stok yang Rp 3.000, pokoknya minimal Rp 9.000. Sampai dengan satu tahun ke depan. Ini masa transisinya,” tandasnya.

Kenaikan bea meterai menjadi Rp 10.000 tersebut setelah DPR RI mengesahkan Undang-Undang Bea Meterai. Keputusan diambil dalam rapat paripurna ke-6 masa persidangan I periode 2020-2021 di Kompleks MPR/DPR pada Selasa (29/9/2020) lalu.

Pengenaan bea materai ini tidak terbatas hanya pada dokumen konvensional. Namun juga elektronik atau digital. Selain itu, mulai tahun depan, setiap transaksi online yang nilainya di atas Rp 5 juta juga harus menggunakan meterai Rp 10.000.

Sedangkan dokumen di bawah nilai Rp 5 juta dan dokumen yang sifatnya penanganan bencana alam tidak dikenai bea meterai. Serta dokumen untuk kegiatan yang bersifat non komersil juga tidak diwajibkan untuk dikenai bea meterai. (*/mta)

Loading...
Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: