Nasib Pilu Gadis Lereng Merapi, Kakinya Membengkak Besar

BNews–SRUMBUNG– Nasib malang diterima seorang gadis di lereng Merapi ini. Pasalnya kakinya bagian kanan mengalami pembengkakan cukup besar.

BNews–SRUMBUNG– Nasib malang diterima seorang gadis di lereng Merapi ini. Pasalnya kakinya bagian kanan mengalami pembengkakan cukup besar.

Siti Badriyah seorang gadis kelas 6 Sekolah Dasar ini hanya mampu tergolek di atas tempat tidurnya. Dia tinggal bersama Kakaknya Istiyuningsih, 30 di Dusun Tonalan Desa Bringin Kecamatan Srumbung Kabupaten Magelang Jawa Tengah.

Selama tiga bulan dia tidak bisa beraktivitas seperti gadis lainnya. Bahkan untuk sekolahpun dia tidak mampu berangkat.

“Awalnya dia terjatuh saat dibonceng motor tetangga sepulang mengaji, Kejadiannya empat bulan lalu sekitar bulan Mei,” ungkap Istiyuningsih Kamis (23/08).

Namun setelah dua bulan pasca jatuh dari kendaraan tersebut kakinya membengkak. “Ia mulai sering mengeluh sakit pada kakinya kala itu, mulai membengkak sebesar paha kaki orang dewasa. Kini kakinya sebelah kanan tidak mampu digerakkan,” imbuhnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Gadis piatu sejak umur lima tahun ini beberapa kali ia harus menahan rasa sakitnya. Dengan keterbatasan ekonomi pada awal berobat ke rumah sakit pihak keluarga harus mengeluarkan biaya sendiri.

“Kata dokter di RSU Muntilan tidak ada apa-apa. Namun pembengkakan di kaki Siti terus membesar dan kemudian ke RSU Sarjito Jogjakarta,” lanjut Istiyuningsih.

Sementara Ayah Siti, Mukarman, 56 menyampaikan bahwa hingga saat ini masih harus bersabar menunggu hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau pencitaraan oleh tim medis RSU DR Sarjito Yogyakarta.

“Alhamdulillah semua biaya kini ditanggung BPJS termasuk tes MRI di Sarjito. Ada bantuan kursi roda juga, karena sebelumnya kita harus menggendongnya setiap kali periksa ,” katanya.

Ayah Siti yang sehariannya berkerja menjadi seorang buruh tani terpaksa merawat anaknya di rumah. “Selain dari segi pembiayaan, Siti akan lebih terawat jika dirumah sama saya dan kakaknya. Karena ibunya sudah meninggal sejak tahun 2011 lalu,” imbuhnya.

“Saya berharap ada pihak donatur yang Sudi membantu perawatan anak saya, agar dia bisa cepat sembuh dan berkegiatan lagi layaknya gadis seusianya,” tandasnya.

Hingga sore ini (23/8) berita diunggah informasi yang didapat bahwa pihak Desa, Kecamatan Srumbung, Dinsos sudah datang kerumah Siti. Dan hasil MRI sudah keluar direncanakan besok (24/8) Siti akan diantar ke RS Sardjito dengan transportasi yang sudah disediakan dan pembiayaan akan dibantu dengan KIS. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: