Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Ahmad Luthfi: Mahasiswa Bebas Kritik Pemerintah, Asal Tetap Santun dan Sesuai Aturan

Ahmad Luthfi: Mahasiswa Bebas Kritik Pemerintah, Asal Tetap Santun dan Sesuai Aturan

  • calendar_month 57 menit yang lalu

BNews-JATENG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat maupun kritik terhadap pemerintah sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara santun, beretika, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menjadi pembicara kunci dalam pembukaan Training Raya Akbar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang di Balai Diklat Kementerian Agama RI, Kota Semarang, Selasa (30/6/2026).

“Mahasiswa di kampus bebas untuk berekspresi. Mahasiswa juga berhak menyampaikan pendapat di muka umum, itu ada undang-undangnya. Saya menghargai itu sebagi bentuk kepedulian adik-adik mahasiswa kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Menurut Luthfi, kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin oleh undang-undang. Meski demikian, aspirasi maupun kritik harus disampaikan dengan tetap menjunjung tinggi etika, norma, dan aturan hukum yang berlaku.

Ia menegaskan, jangan sampai kebebasan berekspresi dilakukan dengan cara yang justru melanggar ketentuan hukum.

Selain itu, Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan melalui ide, inovasi, dan gagasan yang konstruktif. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mempunyai energi lebih. Jadi energi lebih ini harus disalurkan dengan banyak menyampaikan ide-ide konstruktif,” kata dia.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Luthfi menjelaskan, tantangan yang dihadapi Indonesia maupun dunia saat ini semakin kompleks. Mulai dari dinamika geopolitik internasional, perkembangan ekonomi global, kebutuhan akan sumber daya manusia yang unggul, hingga pesatnya perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI).

“Belum lagi dampak geopolitik dunia dari adanya perang Ukraina-Rusia, konflik Timur Tengah, dan perang Iran-Amerika Serikat dan Israel. Lalu sekarang ada juga tekanan fiskal yang membuat kepala daerah harus lebih kreatif dalam membangun daerahnya,” jelasnya.

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, lanjut Luthfi, dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun pendapatan asli daerah, tetapi juga memerlukan dukungan ide dan kreativitas dari berbagai pihak.

“Kita gandeng semua, termasuk mahasiswa. Kita harus ciptakan Jawa Tengah yang adem ayem,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Semarang, M. Nabil Muallif, mengatakan kegiatan Training Raya Akbar tersebut bertujuan mencetak kader-kader yang mampu menjadi penentu daya saing bangsa di masa depan.

Menurutnya, berbagai tantangan global, mulai dari krisis geopolitik hingga disrupsi teknologi, harus mampu dijawab oleh generasi muda. Karena itu, mahasiswa siap berkolaborasi bersama pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less