Bukan Sekadar Konvoi! Ratusan VW Safari di Borobudur Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi Warga
- calendar_month 14 menit yang lalu

Parade VW Safara Sak Borobudur 2026, Ikon Wisata Baru Borobudur Magelang
BNews—MAGELANG— Komunitas VW Wisata Borobudur menggelar Parade VW Safari Sak Borobudur di Lapangan Randu Alas, Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi komunitas VW wisata Borobudur yang telah berkembang selama hampir satu dekade untuk semakin memperkenalkan potensi wisata berbasis masyarakat.
Ketua Panitia Parade VW Safari Sak Borobudur, Prana Aji, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 unit VW yang telah terdaftar dalam kepanitiaan. Namun, tidak seluruhnya mengikuti parade.
“Jadi agenda hari ini adalah event VW Safari Sakborobudur. Jadi hari ini terdaftar di kepanitian ada kurang lebih 400 unit, namun tidak semuanya ikut parade, mereka yang berpartisipasi saja. Yang ikut parade sekitar 200an unit VW,” kata Prana.
Jelajah Desa Wisata di Sekitar Borobudur
Parade VW dimulai dari Lapangan Randu Alas Tuksongo. Ratusan unit kendaraan tersebut kemudian berkeliling melewati sejumlah kawasan desa wisata di sekitar Borobudur sebelum kembali ke lokasi awal.
Rute parade diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 12 kilometer.
Prana menjelaskan, parade sengaja tidak disertai kunjungan ke sejumlah destinasi wisata untuk menghindari kemacetan mengingat jumlah kendaraan yang cukup banyak.
“Jadi yang pertama adalah parade yang diharapkan nanti bersama Pak Bupati mengelilingi desa-desa wisata di sekitar Borobudur, start di lapangan Tosongo ini, kemudian finish di lapangan Tosongo lagi,” ujarnya.
Menurut Prana, kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut dorongan Bupati Magelang agar komunitas VW dapat membuat kegiatan yang mampu menarik wisatawan datang ke Borobudur dan Kabupaten Magelang.
“Masuk dan tujuannya gelar adalah tidak lepas dari dorongan dari Pak Bupati yang mana beliau mengharapkan agar komunitas VW itu mengadakan sebuah event yang dimungkinkan nantinya untuk lebih mengundang wisatawan berkunjung ke Borobudur pada khususnya dan magelang pada umumnya,” jelasnya.
Libatkan ASN hingga Pelajar SD
Parade VW Safari Sak Borobudur tidak hanya melibatkan komunitas VW. Sejumlah unsur pemerintah daerah, pemangku wilayah, hingga masyarakat turut berpartisipasi.
Prana menyebut jajaran Pemerintah Kabupaten Magelang, termasuk Bupati Magelang beserta jajaran, Dinas Pariwisata, BKAD, camat, Danramil hingga Koramil/Babinsa turut mendukung kegiatan tersebut.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan pelajar sekolah dasar yang berada di sepanjang rute parade.
“Ada 12 sekolah SD yang nantinya ikut parade ini. Setiap SD sekitar 10 unit berarti sekitar 40 anak tiap sekolah,” katanya.
Komunitas pensiunan juga ikut meramaikan kegiatan tersebut. Menurut Prana, sekitar seratus peserta dari IPKM atau Ikatan Pensiunan Kabupaten Magelang turut ambil bagian.
Berawal dari 2016, Kini Ingin Jadi Salah Satu Ikon Wisata Borobudur
Parade VW Safari Sak Borobudur 2026 menjadi kegiatan perdana dengan konsep tersebut. Prana menyebut perjalanan komunitas VW di Borobudur sendiri telah berlangsung sejak 2016.
“Mulai muncul tahun 2016, kita trial-trial. Kemudian diresmikan pada 2017 bulan Juli,” ungkapnya.
Dengan perjalanan tersebut, komunitas VW wisata Borobudur kini telah memasuki sekitar satu dekade perjalanan.
Untuk keberlanjutan kegiatan, Prana mengatakan pihaknya berharap Parade VW Safari Sak Borobudur dapat menjadi agenda tahunan.
Bahkan, lanjutnya komunitas VW Magelang memiliki target untuk meningkatkan skala kegiatan dari lokal menjadi regional hingga nasional.
“Harapannya kami minimal regional wilayah klub WEI yang ada di Jawa Tengah. Namun dari klub Magelang itu nantinya mau mengusulkan menjadi sebuah event nasional. Karena kita belum pernah menyadari bahwa ini ya untuk percobaannya event lokal dulu,” lanjutnya.
Bupati Dorong VW Jadi Bagian Ekosistem Pariwisata
Bupati Magelang Grengseng Pamudji turut hadir dan mendukung pelaksanaan Parade VW Safari Sak Borobudur.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem pariwisata di Borobudur.
Ia berharap keberadaan VW wisata tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Saya berharap dari Parade VW yang kita lakukan siang hari ini nanti bisa mendukung terciptanya ekosistem pariwisata yang berasal dari masyarakat, terutama Kapten Magdalena Padungi. Jadi yang kita bangun itu ekosistem wisata dari hulu sampai bule. Dan hari ini VW adalah salah satu destinasi wisata baru yang muncul dari kreativitas teman-teman dari Borobudur.”
Grengseng menegaskan pemerintah daerah akan hadir untuk memberikan dukungan terhadap kreativitas masyarakat, termasuk komunitas VW.
“Dan ini pemerintah daerah dalam hal ini datang untuk hadir mendukung teman-teman VW yang nantinya bisa mendukung ekosistem pariwisata yang ada di Borobudur,” katanya.
Pemkab Siapkan Regulasi Transportasi Pariwisata
Terkait keberadaan VW wisata dan persoalan tarif, Grengseng mendorong komunitas untuk membangun komunikasi dan kesepakatan bersama.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Magelang juga tengah merumuskan peraturan daerah mengenai transportasi pariwisata.
“Saya kira teman-teman VW bisa berkumpul, ngobrol bareng, untuk semacam membuat satu kesepakatan atau SUP bagaimana ini VW ini jalan seiring nanti juga pemerintah daerah ini juga baru merumuskan perda tentang transportasi pariwisata.”
Menurutnya, pemerintah dan pelaku wisata perlu saling mengisi ruang yang ada sehingga perkembangan pariwisata tetap berjalan harmonis.
“Ya kita saling mengisi lah ruang-ruang kosong yang hari ini ada bukan berarti tanpa aturan ruang-ruang kosong yang ada mari kita duduk bersama agar bisa membangun harmoni di masyarakat di dunia pariwisata sehingga nanti terwujud harapan pariwisata yang bisa memberikan value, memberikan nilai tambah, memberikan kenaikan kesejahteraan bagi masyarakat Borobudur.”
VW Bisa Dikembangkan Sesuai Karakter Wilayah
Grengseng juga membuka peluang pengembangan konsep transportasi wisata berbasis kreativitas masyarakat di wilayah lain.
Menurutnya, setiap kawasan memiliki karakteristik wisata yang berbeda sehingga jenis kendaraan wisata yang digunakan juga dapat disesuaikan.
“Ini VW kan ya, Di daerah lain ada jeep, ya tiap-tiap wilayah kan punya karakteristiknya masing-masing ya kalau misalnya di daerah pegunungan dengan VW yang gak cocok, yang di pegunungan bisa dengan jeep, yang di sini bisa VW atau mungkin alat transportasi lain nanti yang mungkin muncul juga karena kreativitas masyarakat kita fasilitasi.”
Dengan demikian, Pemkab Magelang tidak ingin menyeragamkan konsep transportasi wisata. Kreativitas masyarakat diharapkan menjadi bagian penting dalam membangun destinasi wisata yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.
Parade Dilanjutkan Kesenian dan Hiburan
Setelah parade selesai, kegiatan dilanjutkan dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Bupati Magelang.
Rangkaian acara kemudian diisi dengan kesenian tradisional, hiburan musik, hingga pembagian doorprize.
Adapun rangkaian Parade VW Safari Sak Borobudur 2026 dimulai pukul 14.00 WIB dengan agenda flag off parade VW.
Selanjutnya, peserta menjelajah desa wisata dan kembali ke Lapangan Randu Alas sekitar pukul 15.00 WIB untuk mengikuti opening ceremony.
Mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, peserta dan masyarakat disuguhi kesenian tradisional dari Omah Guyub, dilanjutkan istirahat dan salat Magrib.
Acara malam dimulai pukul 19.00 WIB, kemudian dilanjutkan pertunjukan Tari Tradisional oleh Topeng Kawedar pada pukul 19.15 hingga 20.30 WIB.
Malam semakin meriah dengan penampilan live music Blondista hingga pukul 22.30 WIB, sebelum ditutup dengan pembagian doorprize sponsor.
Prana Aji berharap kegiatan perdana tersebut menjadi pijakan bagi komunitas VW untuk terus mengembangkan kegiatan serupa, sehingga keberadaan VW wisata dapat semakin dikenal dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan pariwisata serta perekonomian masyarakat Borobudur. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2











Saat ini belum ada komentar