Pelaku Riset Swinger Mengaku Pernah Onani di Depan Pegawai Puskesmas

BNews—JOGJAKARTA— Media sosial belakangan ini digegerkan dengan kasus pelecehan seksual. Kasus yang terjadi di Jogjakarta ini diduga melibatkan bekas pegawai sebuah kampus Islam swasta di Jogja.

Mencuatnya kasus pada awal Agustus ke publik bermula dari pengakuan seorang korban yang mengaku bernama Laeliya Almuhsin. Dari kesaksian Laeliya, sejumlah perempuan yang pernah mengaku menjadi korban sat persatu mulai muncul ke permukaan.

Usai kasusnya mengemuka ke publik, Laeliya mengaku, dirinya bersama Illian Deta Arta Sari dan korban lainnya menemui pelaku pada Minggu (2/8). Dari perbincangan langsung tersebut, mereka menuntut penjelasan secara langsung.

”Ketemu karena dia mau minta maaf. Kami bertemu karena kami juga mau mendengar penjelasannya dan mau marah juga tentu,” ujar Illian, Senin (3/8).

Hal yang membuat Illian tak menyangka adalah jumlah korban yang begitu banyak. Ia menunjukkan data sejumlah korban.

Dari sekitar 50-an nama dengan berbagai modus, pelaku saat itu tak menyangka jika mereka memiliki nama korban lainnya. Akhirnya pengakuan mengejuatkan dibuat pelaku.

”Kami konfrontir kelakuannya. Termasuk apakah benar mendatangi psikolog puskesmas di Sleman dan onani di depan psikolog itu dan menyasar beberapa psikolog lain. Dia membenarkan,” tulis dia. 

Loading...

Saat dikonfirmasi mengenai kebenaran bagian cerita pelaku pernah melakukan onani terebut, Illian membenarkan. 

”Ada dialog saya dan dia, lalu dia bicara sendiri. Semua direkam. Soal onani, sudah jadi rahasia umum juga. Kemarin. Tanya, dia membenarkan,” kata Illian. 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Namun ketika ditanya lebih detail perihal rekaman pembicaraan pengakuan pelaku, ia enggan menjelaskan lebih detail. ”Ada rekamannya tapi gak bisa saya share. Untuk pegangan kami,” klaimnya.

Masih dalam cerita yang sama, pengakuan lainnya yakni pelaku pernah melakukan pelecehan yang terjadi di gedung pusat kampus UGM sekitar tahun 2004. Salah  korban dalam cerita mengaku masih trauma. 

”Lely (korban lainnya) juga bertanya pelecehan seksual secara fisik yang dilakukan Bambang di Balairung, area gedung pusat kampus UGM pada tahun 2004-2005,” ujarnya.

”Sebelum kami semua bertemu di hari Minggu, Lely sempat dihubungi korban yang mengatakan ada trauma yang terpendam selama 14-an tahun ini. Saat itu Bambang sudah dilaporkan ke polisi di Sleman, dia sempat ditahan. Tapi dilepas karena jadi tahanan kota. Hufff.. Rupanya kasus menguap. Hukum seringkali tak berpihak pada korban gini,” sambung Illian dalam tulisannya.

Saat ditanya jumlah korban yang jadi saran, dalam pertemuan itu mereka menduga ada sekitar 300 orang.

”Kutanya ’berapa banyak korban yang sudah dijapri mesum?’ Dia bilang lupa karena banyak sekali. Dia mengakui aktif mencari tempat ’curhat’ baru dan dalam seminggu ada satu. Biasanya dia inbox Facebook Messenger. Kami berhitung, dalam setahun ada 52 minggu, dikalikan enam tahun sejak 2014 berarti ada sekitar 300 orang,” tulis Illian seperti dikutip kumparan.com

”Iya mungkin sekitar itu, 300 orang,” tulis Illian menirukan ucapan pelaku. (*/ahong)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: