Pemkab Magelang Tetapkan Status Darurat Bencana di Windusari

BNews—MUNGKID— Pemkab Magelang tetapkan status darurat bencana alam (01/12). Hal ini pasca terjadinya bencana angin kencang di Kecamatan Windusari Sabtu 30 November 2019.

Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta beberapa SKPD meninjau langsung lokasi bencana di Dusun Cepogo Desa Girimulyo Kecamatan Windusari. “Kami ikut prihatin tentunya karena saudara kita tertimpa bencana. Dalam hal ini Pemerintah hadir bersama TNI,Polri dan relawan untuk saling gotong royong dalam pemulihan,” ungkap Bupati Magelang.

Advertisements


“Wilayah Kabupaten Magelang sendiri memang memiliki potensi bencana yang cukup luar biasa. Keberadaan lima gunung yang mengelilingi wilayah Kabupaten Magelang juga menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam (tanah longsor dan angin puting beliung),” papar Bupati Magelang.


Dalam hal ini, Zaenal Arifin menghimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana alam. “Kita harus antisipasi bersama, dimana saat ini memasuki musim transisi dari kemarau ke musim penghujan,” himbaunya.

Pasca bencana angin kencang tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang juga akan menetapkan situasi tanggap darurat. Hal ini untuk segera melakukan pemulihan di lokasi terdampak bencana.

“Nanti pasti kita akan lakukan tanggap darurat. Karena dalam posisi seperti ini kemungkinan-kemungkinan masih bisa saja terjadi. Namun tanggap daruratnya berapa hari, saya masih harus menunggu kajian dari pihak BPBD,” tandasnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, menjelaskan bahwa, lokasi terdampak angin kencang ini memang sudah kerap kali terkena bencana angin kencang. “Tempat ini memang sudah lengganan, tetapi tidak sebesar kali ini,” ungkap Edi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS UNTUK ANDROID KALIAN FREE (KLIK)

Untuk diketahui, wilayah terdampak angin kencang sendiri meliputi, Dusun Cepogo, Desa Girimulyo dampaknya, 36 rumah rusak ringan, 17 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak berat. Untuk di Dusun Kwadaan, Desa Girimulyo 10 rumah rusak ringan. Sementara di Dusun Grogol, Desa Tanjungsari tercatat 6 rumah rusak ringan.

“Saat ini warga masih berada di posko-posko penampungan sementara. Bantuan logistik dan dapur umum juga sudah ada. Tim relawan dan warga sekitar juga sudah melakukan recovery (pembenahan kembali) rumah-rumah yang terdampak angin kencang,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: