Peringati HPN 2021, Sejumlah Wartawan Magelang Ziarah Ke Makam Tokoh Pers

BNews—MAGELANG— Memperingati Hari Pers Nasional 2021, sejumlah wartawan di Kabupaten dan Kota Magelang melaksanakan ziarah. Yakni ke makam mantan Menteri Penerangan, Boedihardjo di Dusun Tingal, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Selasa (9/2/2021).

Para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten dan Kota Magelang ini berupaya memaknai HPN dengan mengenang jasa para tokoh pers.

Diketahui bahwa almarhum Boediharjo lahir di Magelang pada 16 November 1921 dan meninggal di Jakarta 15 Maret 1997 dalam usia 75 tahun. Sosok yang dikenang bersahaja itu memiliki peran penting dalam memperjuangkan media tanah air saat menjabat sebagai Menteri Penerangan pada tahun 1968-1973 di era kepemimpinan Presiden Soeharto.

Ketua PWI Kabupaten Magelang, Yohanes Bagyo Harsono mengatakan ziarah ke makam tokoh ini merupakan agenda tahunan PWI di Magelang yang dilaksanakan setiap peringatan HPN. Ia juga berharap dengan kegiatan tersebut  para wartawan muda khususnya yang bertugas di Magelang Kota dan Kabupaten tidak melupakan sejarah.

“Para wartawan masa kini harus bisa mengambil inspirasi dari wartawan senior. Hal ini penting agar wartawan bisa memberitakan secara objektif dan tidak memihak kepentingan tertentu,” ujarnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Cucu Almarhum Boedihardjo, Muhammad Reza mengungkapkan terima kasih atas diselenggarakannya kegiatan doa bersama tersebut. “Keluarga berterima kasih karena para wartawan mendoakan leluhur kami, semoga kerjasama bisa terus terjalin,” katanya.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Ia menyebut, almarhum Boediardjo sebagai anak asli Dusun Tingal – Wanurejo merupakan sosok yang juga mencintai seni dan pelestarian budaya. Pak Boed, demikian sapaan akrabnya, memiliki sebuah misi untuk mempersiapkan akomodasi yang terjangkau group – group turis lokal /mahasiswa supaya bisa memiliki waktu untuk belajar mengenai Candi Borobudur dengan lebih mendalam.

Berawal dari misi itu, pada tahun 1991, didirikan Pondok Tingal yang menyediakan kamar dormitory yang saat ini berjumlah 10 kamar, 16 Kamar Standard dan 18 kamar Family baru, serta 2 Villa yakni Villa Uti dan Villa Kakung. Sekarang, pengelolaan Pondok tingal dilanjutkan oleh anak cucu keturunannya, dan ruangan dormitory tetap dipertahankan.

“Kekuatan budaya tetap menjadi akar Pondok Tingal, dimana tidak saja sarana informasi, kamipun menyelenggarakan dengan rutin kegiatan budaya dan pelatihan kepada komunitas. Adapun yang secara rutin kami lakukan adalah kesenian tradisional wayang kulit,” jelas Reza.

Adapula Dongeng Anak yang dibagi menjadi 2 kategori, kategori untuk anak tingkat SD/MI dan kategori untuk anak TK/PAUD. Dongeng Anak menceritakan tentang budi pekerti, dongeng pewayangan dan dongeng hewan. Pendongeng adalah guru-guru yang mengajar di sekolah wilayah Borobudur. Dongeng Anak dilaksanakan setiap bulan minggu ke-3 hari Sabtu. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: