Terungkap, Alasan Polisi Gunakan Sidik Jari Sebagai Barang Bukti Kejahatan

BNews—NASIONAL— Sidik jari adalah gurat-gurat halus yang terdapat di ujung jari. Gurat sidik jari itu ada yang panjang, terputus, terbelah dua, berbentuk seperti kantung kecil, pulau atau delta, bersilangan dan lain sebagainya.

Lantaran diklaim memiliki keunikan, maka tak jarang petugas kepolisian menggunakan sidik jari sebagai salah satu alat bukti untuk mengungkap kejahatan.

Sidik jari manusia punya dua keunikan. Pertama, masing-masing orang memiliki pola sidik jari yang berbeda. Tak ada satu pun dua orang di dunia yang memiliki pola sidik jari yang sama, sekalipun mereka kembar.

Kedua, pola sidik jari tidak akan berubah bentuknya. Kecuali jika mengalami kecelakaan.

Polisi menggelar olah TKP untuk mencari alat bukti, salah satunya berupa sidik jari pelaku

Seperti kulit yang lainnya, kulit di ujung jari juga memiliki pori-pori. Pori-pori itu menghasilkan minyak dan keringat. Jika jari memegang sebuah benda, maka minyak dan keringat di jari itu akan menempel di benda itu dengan bentuk sesuai dengan sidik jari kita.

Karena unik, maka jejak sidik jari yang ditemukan di tempat kejadian perkara digunakan polisi sebagai barang bukti. Dan menjadi acuan untuk memeriksa orang yang  memiliki kesamaan sidik jari.

Kebanyakan, sidik jari itu sangat sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, kecuali jika ada kotoran yang menempel. Agar sidik jari bisa terlihat lebih jelas, polisi minta bantuan seorang ahli sidik jari yang menguasai ilmu sidik jari.

Seorang ahli yang memiliki kemampuan ilmu sidik jari dinamakan daktiloskopi. Ia akan menggunakan serbuk atau cairan kimia untuk membuat jejak sidik jari lebih jelas terlihat. Sehingga lebih mudah dipalajari dan dirumuskan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: