3 Fakta Unik Kota Muntilan di Kabupaten Magelang
- calendar_month Jum, 3 Jun 2022

Taman Bambu Runcing Muntilan Kabupaten Magelang
BNews–MAGELANG-– Di antara kota Jogja dan Magelang, ada sebuah kota kecamatan yang begitu unik. Walaupun hanya sebatas kota kecamatan, namun di sana berdiri rumah-rumah penduduk, pertokoan, pasar, dan terminal sehingga terlihat sebagai kota yang cukup bergeliat.
Nama kota itu bernama Muntilan. Yang sudah banyak dikenal hingga manapun selain Borobudur untuk di Magelang.
Muntilan merupakan kota terbesar di wilayah Kabupaten Magelang. Bahkan bila dibandingkan dengan Mungkid yang menjadi ibu kota kabupaten, Muntilan masih lebih besar.
Apalagi di masa orde baru, kota ini sempat dimekarkan menjadi sebuah kota administratif yang rencananya akan dikembangkan untuk menjadi kota madya.
Keberadaan Kota Muntilan pun cukup strategis dalam lalu lintas poros Semarang-Magelang-Yogyakarta.
Lantas apa saja keunikan yang dimiliki kota itu?
Berikut selengkapnya:
Dikelilingi Lima Gunung

Ada beberapa versi cerita tentang asal usul Kota Muntilan. Ada yang menceritakan kalau sebelum jadi sebuah kota, tempat itu merupakan sarang perampok. Suatu hari kawanan perampok itu menghadang seorang pengelana.
Karena rasa ketakutan yang luar biasa, semua bekal sang pengelana yang dibawa dalam pengembaraannya terpaksa diserahkan pada perampok itu. Selepas perampok itu pergi, barulah pengelana itu berteriak histeris. “Munthil ilang…munthil-munthil ilang…(bekal saya hilang),” begitulah suara sang pengelana itu.
Lalu ada pula versi cerita yang menyebut kalau kata “Muntilan” berasal dari dua kata bahasa Inggris yaitu “mount” (gunung) dan “land” (tanah). penyebutan ini tak lepas dari letak kota itu yang berada persis di tengah-tengah deretan cincin gunung yaitu Merapi, Merbabu, Andong-Telomoyo, Sumbing, dan Pegunungan Menoreh.
Kota yang Bergeliat

Muntilan merupakan kota yang bergeliat di Kabupaten Magelang. Di sepanjang jalan protokol utama yang membujur dari selatan ke utara, terdapat deretan toko-toko yang dulunya dibuka oleh para perantau Tionghoa. Di sepanjang jalan itu pula terdapat sekolah, perkantoran, bank, masjid, gereja, klenteng, bioskop, dan lain-lain.
Tak hanya itu, Muntilan menjadi pusat perdagangan dari komoditas pertanian lokal yang terdapat di sekitar Muntilan. Hal ini membuat Pasar Muntilan berkembang sangat pesat. Komoditasnya macam-macam seperti sayur-mayur, buah-buahan, tembakau, bahkan klembak.
Keunikan Kota Muntilan

Kota Muntilan memiliki berbagai keunikan. Salah satunya adalah kuliner legendaris yaitu tape ketan. Di pusat kotanya juga bertebaran berbagai kuliner seperti bakso Mekarsari, magelangan, soto, nasi rames, serta jajanan ringan seperti wajik, jenang, krasikan, slondhok, dan pothil.
Selain itu, Muntilan juga menjadi sentra kerajinan pahat batu terutama di daerah Prumpung dan Tejowarno. Di kedua desa itu, kemampuan memahat batu diwariskan secara turun temurun. Bahkan tak sedikit yang berpendapat bahwa para pekerja yang dahulu membangun Candi Borobudur berasal dari wilayah Muntilan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar