Perkembangan Terkait Kasus Suap KPK: Tersangka Baru 2 Pegawai Pajak

BNews-NASIONAL– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan 2 pegawai pajak sebagai tersangka dalam kasus suap, yaitu Yulmanizar dan Febrian.

Penetapan tersangka terhadap kedua individu ini merupakan perkembangan dari kasus yang sebelumnya menjerat mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak, Angin Prayitno Aji.

“Hari ini kami akan memberikan informasi terkait perkembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di kantor KPK Jakarta pada Kamis (9/11/2023).

Alexander menyebutkan bahwa sebagai anggota tim pemeriksa pajak, Yulmanizar dan Febrian diduga mendapatkan perintah dan arahan secara tidak langsung dari Angin untuk memanipulasi penghitungan kewajiban pembayaran pajak beberapa perusahaan.

“Agar permintaan wajib pajak dapat dipenuhi, Angin Prayitno Aji mengharuskan pemberian sejumlah uang dan melakukan kesepakatan dengan wajib pajak di lapangan, yakni YMR dan FB,” ungkap Alexander.

Alexander juga menyebut bahwa beberapa wajib pajak yang diduga memberikan uang tersebut antara lain PT Gunung Madu Plantations untuk tahun pajak 2016, PT Bank Panin Indonesia untuk tahun pajak 2016, dan PT Jhonlin Baratama.

“Atas manipulasi perhitungan pajak untuk ketiga wajib pajak tersebut diduga terjadi penerimaan sebesar Rp 15 miliar dan Sin$ 4 juta,” sambung Alexander.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Selain itu, Yulmanizar dan Febrian juga diduga menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak lain dengan nilai awal sekitar miliaran Rupiah. “Pendalaman masih terus dilakukan,” ujar Alexander.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dari kalangan pejabat Direktorat Jenderal Pajak dan konsultan pajak. Beberapa tersangka yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak antara lain Angin Prayitno Aji, Kasubdit Kerjasama; dan Dukungan Pemeriksaan Dadan Ramdani, Supervisor Tim Pemeriksa Pajak Wawan Ridwan; dan Ketua Tim Pemeriksa Pajak Alfred Simanjuntak.

Angin dihadapkan pada beberapa pasal, termasuk suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Dalam kasus gratifikasi dan TPPU; Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 7 tahun penjara dan membayar uang pengganti sebesar Rp 3,7 miliar kepada Angin.

Berdasarkan pengembangan dari kasus tersebut, KPK kemudian menetapkan Yulmanizar dan Febrian sebagai tersangka. Setelah pengumuman resmi status tersangka, KPK langsung melakukan penahanan selama 20 hari pertama di rumah tahanan KPK. (*/cnbc)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: