PNIB dan Sejumlah Ormas Salurkan 135 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan Grobogan
- calendar_month 0 menit yang lalu

Kekeringan Ekstrem Grobogan, 135 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Sejumlah Desa
BNews—GROBOGAN— Kekeringan ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Selain menyebabkan lahan persawahan gagal tanam, kondisi tersebut membuat warga di sejumlah desa mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kelangkaan air bersih disebut telah dirasakan warga sejak April 2026. Air yang menjadi kebutuhan utama sekaligus sumber penghidupan masyarakat menjadi semakin sulit dan mahal untuk diperoleh.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah elemen masyarakat untuk turun langsung membantu warga terdampak. Ormas Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB), Banser, Pagar Nusa, Asparagus dan BEM PTNU melakukan aksi bakti sosial dengan menyalurkan air bersih kepada masyarakat di wilayah Grobogan.
Salurkan 135 Ribu Liter Air Bersih
Ketua Umum PNIB Abdul Rozaq Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.
“Tanpa menunggu solusi Pemerintah Daerah yang terkesan tidak peduli warganya, kami berinisiatif gotong-royong menyalurkan air bersih kepada warga Grobogan. Bukan untuk mencari viral atau pujian, tetapi ini menjadi wujud nyata aksi kemanusiaan yang tidak hanya omon omon” ungkap Abdul Rozaq Waluyo Wasis Nugroho (Gus Wal) selaku ketua umum PNIB mewakili ormas lain.
Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 135 ribu liter air bersih disalurkan kepada warga di wilayah Soko, Bendoharjo, Gabus, Kradenan, Kabupaten Grobogan.
Sebanyak dua unit truk yang telah dimodifikasi menjadi tandon air dan dilengkapi mesin pompa digunakan untuk mengangkut serta menyalurkan air. Kedua kendaraan tersebut bergerak dari pagi hingga sore untuk memenuhi kebutuhan warga.
Dengan keterbatasan sarana yang tersedia, warga menyambut antusias bantuan tersebut. Mereka datang membawa ember, galon hingga bak penampungan untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Sumber Air Berjarak Sekitar 10 Kilometer
Gus Wal mengatakan, proses distribusi air menghadapi sejumlah keterbatasan, salah satunya jarak sumber mata air yang mencapai sekitar 10 kilometer dari lokasi warga.
“Jarak sumber mata air sekitar 10 kilometer, sarana truk yang ada hanya 2 unit itupun bukan truk tanki, tapi dimodifikasi untuk mengambil, mengangkut sekaligus menyalurkan air bersih. Jika Pemerintah setempat sibuk dengan urusan birokrasi, biarkan kami yang melakukan secara gotong royong semampunya demi warga yang kesulitan air” imbuh Gus Wal di tengah kesibukan membagikan air ke beberapa warga.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
PNIB bersama Asparagus, Banser, Pagar Nusa dan BEM PTNU berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pesan bagi para pemangku kebijakan agar penanganan kekeringan tidak terhambat prosedur birokrasi yang panjang.
Menurut mereka, kondisi kekeringan yang terjadi setiap tahun semestinya dapat diantisipasi secara lebih sistemik, sehingga masyarakat tidak selalu menghadapi persoalan yang sama ketika musim kemarau tiba.
PNIB Soroti Hak Warga Mendapatkan Air Bersih
Gus Wal juga menyoroti persoalan akses masyarakat terhadap layanan dasar, khususnya air bersih. Menurutnya, warga yang terdampak juga merupakan masyarakat yang memiliki kewajiban membayar pajak.
“Warga disini para pembayar pajak juga, tapi urusan hak memperoleh layanan dan fasilitas hidup masih belum adil. Sumber mata air ada seharusnya bisa diantisipasi dengan pembuatan pipa saluran permanen oleh pemerintah. Dana pemerintah ada, tapi untuk membiayai truk tangki penyalur saja sepertinya harus berhitung untung rugi dulu baru dilaksanakan. Kondisi ini sungguh memprihatinkna bagi kami dan warga terdampak” imbuh Gus Wal.
PNIB berharap Pemerintah Kabupaten Grobogan dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menetapkan kondisi darurat kekeringan ekstrem. Menurut PNIB, penetapan tersebut diharapkan dapat mendorong berbagai instansi untuk bersama-sama menangani persoalan kekeringan dan kebutuhan air bersih masyarakat.
Soroti Kekeringan di Sejumlah Daerah
Gus Wal menyebut persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di Grobogan. Sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Timur juga disebut mengalami kondisi serupa.
“Jangan hanya melihat dari kondisi di kota, Grobogan, Boyolali serta beberapa daerah di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur juga daerah lainya sudah darurat kekeringan; itu real terjadi di banyak dusun dan desa. Kepercayaan publik kepada para pemangku kebijakan bisa dibangun dari hal-hal kecil seperti ini. Keadilan itu hak masyarakat, pemerintah baik pusat, provinsi dan daerah hanya perlu bijaksana membaginya. Jangan hanya sibuk mengejar setoran pajak warga negara, tapi tutup mata saat warga negara diberbagai daerah membutuhkan air bersih disaat kekeringan ekstrim melanda” terang Gus Wal.
Melalui kegiatan bakti sosial di Grobogan, Boyolali, Bantul, Gunung Kidul, Bojonegoro serta sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur; PNIB bersama Asparagus, Banser, Pagar Nusa dan BEM PTNU mengajak masyarakat untuk memperkuat kembali semangat toleransi dan gotong royong.
Semangat tersebut, menurut Gus Wal, merupakan bagian dari tradisi budaya Nusantara dan nilai gotong royong yang menjadi bagian penting; dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
“Melalui Giat Bhakti Sosial di Grobogan, Boyolali, Bantul, Gunung Kidul, Bojonegoro, serta berbagai daerah lainya di Jawa Tengah, DIY dan Jatim ini; kami PNIB Bersama Asparagus, Banser, Pagar Nusa dan BEM PTNU mengajak kepada seluruh Rakyat Indonesia agar kembali kepada Tradisi Budaya Nusantara; Tradisi leluhur yakni Toleransi dan Gotong Royong yang menjadi Roh dari Pancasila dasar negara; untuk membangun Solidaritas dan Persatuan Nasional dari Ancaman Intoleransi, Radikalisme, Anarkisme; Khilafah Terorisme dan Korupsi yang menjadi musuh dan ancaman besar bagi keselamatan dan Keutuhan Bangsa Indonesia, Pungkas Gus Wal. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar