Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » PNIB Salurkan 81.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di DIY

PNIB Salurkan 81.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di DIY

  • calendar_month 41 menit yang lalu

BNews—JOGJA— Organisasi kebangsaan lintas agama, suku, budaya, dan tradisi Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan sosial masyarakat.

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, PNIB menggelar bakti sosial dengan menyalurkan 81.000 liter air bersih bagi warga terdampak kekeringan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bantuan tersebut didistribusikan menggunakan 16 truk tangki ke sejumlah wilayah, yakni Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul serta Gubar, Gumbeng, Sumur, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul.

Kegiatan bertajuk PNIB Bhaksos 81.000 Liter Air Bersih itu dilakukan bersama Komunitas KNS Keluarga Nusantara Sejati dan BEM PTNU Yogyakarta.

Selain memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Bagi PNIB, momentum kemerdekaan tidak cukup dimaknai melalui upacara, pengibaran bendera, maupun seremoni. Kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kepedulian dan kehadiran nyata di tengah persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ketua Umum PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau Gus Wal, mengatakan persoalan kekeringan dan krisis air bersih di Imogiri, Bantul, Gunungkidul, Bojonegoro, Lamongan, dan sejumlah daerah lainnya merupakan persoalan yang terus berulang setiap musim kemarau.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Menurutnya, kondisi tersebut semestinya tidak lagi dipandang sebagai persoalan yang datang secara tiba-tiba. Sebab, siklus kekeringan di sejumlah wilayah sudah dapat diprediksi setiap tahun.

“Apa arti kemerdekaan jika setiap musim kemarau masyarakat masih harus berjuang mendapatkan air bersih? Kekeringan di Gunung Kidul, Bantul, Bojonegoro, Lamongan dan sejumlah daerah lainnya bukan persoalan baru. Ini terjadi berulang kali setiap tahun ketika musim kemarau tiba, tetapi solusi jangka panjangnya belum terlihat secara serius,” ujar Gus Wal.

PNIB Dorong Solusi Permanen Krisis Air Bersih

PNIB menilai pemerintah pusat maupun kementerian terkait, khususnya Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum, perlu melakukan evaluasi terhadap pola penanganan kekeringan selama ini.

Menurut PNIB, distribusi bantuan air bersih ketika kekeringan terjadi memang penting. Namun, penanganan tersebut tidak seharusnya berhenti pada pemberian bantuan setiap musim kemarau.

Gus Wal mendorong pemerintah membangun solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan. Di antaranya melalui penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, pembangunan dan optimalisasi sumber air, embung, jaringan perpipaan, serta sistem distribusi air yang mampu menjangkau wilayah rawan kekeringan.

“Air adalah kebutuhan dasar manusia. Bukan hanya untuk minum dan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk pertanian, perkebunan dan peternakan. Ketika air tidak tersedia, maka kehidupan dan perekonomian masyarakat ikut terganggu,” tegasnya.

Ia menambahkan, negara tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat sudah mengalami krisis. Pemerintah dinilai perlu membaca persoalan berdasarkan pola bencana yang berulang dan melakukan mitigasi sebelum dampaknya semakin luas.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Kalau musibah kekeringan yang datang setiap tahun saja pemerintah masih terkesan abai dan minim solusi permanen, lantas bagaimana jika menghadapi musibah atau bencana alam yang datang secara mendadak dan skalanya lebih besar? Negara harus memiliki kesiapsiagaan dan sistem penanganan bencana yang kuat,” kata Gus Wal.

PNIB juga mendorong pemerintah pusat bersama pemerintah daerah menjadikan persoalan air bersih sebagai agenda prioritas pembangunan, khususnya di wilayah yang secara geografis dan historis menjadi daerah rawan kekeringan.

PNIB: Bhaksos Bukan Pengganti Kewajiban Negara

Gus Wal menegaskan, kegiatan bakti sosial penyaluran air bersih yang dilakukan PNIB bukan dimaksudkan untuk menggantikan kewajiban negara.

Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan bentuk solidaritas sosial sekaligus pengingat bahwa persoalan kebutuhan dasar masyarakat harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak.

“PNIB hadir untuk membantu masyarakat sekaligus menyampaikan pesan kepada pemerintah. Kemerdekaan harus dirasakan sampai ke kebutuhan paling dasar rakyat. Jangan sampai rakyat sudah merdeka secara politik, tetapi masih harus berjuang setiap tahun hanya; untuk mendapatkan air bersih,” pungkas Gus Wal.

Melalui momentum HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI dan menyambut Muktamar NU ke-35, PNIB berharap semangat gotong royong; kepedulian terhadap sesama, serta tanggung jawab negara terhadap kebutuhan dasar masyarakat semakin diperkuat.

Bagi PNIB, kemerdekaan sejatinya adalah ketika masyarakat dapat hidup secara layak, aman, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya.

“Saatnya Rakyat dan Bangsa Indonesia Merdeka 100 %, merdeka dari korupsi, terorisme khilafah radikalisme anarkisme premanisme; dan merdeka dari krisis air bersih,” pungkas Gus Wal. (*/bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less