Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Usai Curhatan Viral soal RSUD Merah Putih, Dalami Nur Sidiq Datang Takziah ke Rumah Nidia

Usai Curhatan Viral soal RSUD Merah Putih, Dalami Nur Sidiq Datang Takziah ke Rumah Nidia

  • calendar_month 16 menit yang lalu

BNews—MAGELANG— Suasana duka masih menyelimuti rumah keluarga Nidia Aurelia, warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Kepergian sang ayah meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Di tengah suasana tersebut, Ketua Fraksi PKS Kabupaten Magelang sekaligus Anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Magelang, H. Dalami Nur Sidiq, bersama sejumlah anggota Fraksi PKS datang bertakziah pada Selasa (11/8/2026).

Kedatangan Dalami dan rombongan bukan dalam rangka agenda politik. Mereka hadir untuk menyampaikan belasungkawa, mendoakan almarhum, serta memberikan penguatan kepada keluarga Nidia yang tengah kehilangan orang tercinta.

“Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” katanya pada rils yang diterima Borobudurnews.com.

H. Dalami Nur Sidiq dan rombongan menyampaikan duka cita atas berpulangnya ayahanda Nidia. Mereka turut mendoakan agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kesabaran.

Curhatan Nidia Sempat Viral di Media Sosial

Sebelumnya, Nama Nidia Aurelia sebelumnya menjadi perhatian masyarakat setelah curhatannya di media sosial mengenai pengalaman keluarga saat membawa sang ayah ke IGD RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang viral.

Cerita tersebut bermula ketika kondisi kesehatan ayah Nidia mengalami penurunan. Dalam unggahannya, Nidia menceritakan pengalaman keluarganya ketika berupaya mendapatkan pertolongan medis.

Ia menyebut sang ayah datang dalam kondisi lemah. Karena kondisi dan keterbatasan tempat, pasien disebut sempat mendapatkan pemeriksaan di luar ruang IGD.

Keluarga kemudian berharap sang ayah dapat menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, menurut cerita yang disampaikan Nidia, permintaan rawat inap tidak disetujui karena dokter menilai kondisi pasien belum memerlukan opname. Keluarga kemudian disarankan pulang.

Keluarga akhirnya memutuskan membawa sang ayah ke RS Aisyiyah Muntilan. Pasien sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut.

Namun, kondisi sang ayah kemudian memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Kabar tersebut semakin menjadi perhatian publik setelah pengalaman keluarga Nidia tersebar luas melalui media sosial.

Viral, Pengalaman Keluarga Nidia Jadi Sorotan Publik

Di era media sosial, pengalaman pribadi dapat dengan cepat berubah menjadi perhatian publik.

Hal tersebut juga terjadi pada cerita Nidia. Ungkapan kekecewaan dan kesedihan keluarga kemudian menjadi pembicaraan masyarakat.

Beragam tanggapan muncul setelah cerita tersebut beredar. Sebagian masyarakat mempertanyakan kualitas pelayanan kesehatan, sementara lainnya memilih menunggu penjelasan dan informasi yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut.

Persoalan pelayanan kesehatan membutuhkan kehati-hatian, terutama ketika informasi yang beredar berasal dari pengalaman pribadi dan berkembang di media sosial.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan ruang, prosedur maupun keputusan medis. Di dalamnya terdapat pasien yang berharap mendapatkan pertolongan, keluarga yang berada dalam kondisi cemas, serta tenaga kesehatan yang bekerja dalam situasi yang tidak selalu mudah.

“Karena itu, persoalan pelayanan kesehatan perlu dilihat secara objektif berdasarkan fakta serta melalui evaluasi menyeluruh,” tegas Dalami.

Direktur RSUD Merah Putih Sampaikan Permohonan Maaf

Diketahui juga, persoalan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari pihak RSUD Merah Putih Kabupaten Magelang.

Direktur Utama RSUD Merah Putih, Dr. Leli Puspitowati, MM, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan akan melakukan evaluasi internal.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui secara jelas persoalan yang terjadi sekaligus menjadi bahan pembelajaran dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit.

“Kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tidak hanya dibangun melalui fasilitas dan teknologi medis. Kepercayaan juga tumbuh dari bagaimana pasien dan keluarga mendapatkan pelayanan serta diperlakukan ketika berada dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan,” papar Dalami.

Dalami Nur Sidiq Datang Saat Keluarga Berduka

Kunjungan H. Dalami Nur Sidiq bersama sejumlah anggota Fraksi PKS ke rumah keluarga Nidia memiliki makna tersendiri.

Sebagai anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Magelang, Dalami memiliki ruang untuk melihat berbagai persoalan sosial dan pelayanan masyarakat. Namun, dalam kunjungan tersebut, ia hadir sebagai sesama manusia yang menyampaikan empati kepada keluarga yang tengah berduka.

Di hadapan keluarga yang kehilangan, persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian publik sejenak berada di belakang.

“Yang utama adalah menyampaikan turut berduka cita, mendoakan almarhum, serta memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Bagi keluarga yang sedang berduka, terkadang yang dibutuhkan bukanlah banyak kata. Kehadiran seseorang, duduk bersama, mengulurkan tangan, dan memberikan penguatan dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti,” katanya.

Evaluasi Pelayanan Kesehatan Tak Sekadar Mencari Kesalahan

Peristiwa yang dialami keluarga Nidia juga menjadi pengingat bahwa pelayanan publik pada akhirnya berbicara tentang manusia.

Dalami menjelaskan juga bahwa Dibalik setiap pasien terdapat keluarga. Di balik setiap keputusan medis terdapat harapan. Sementara di balik setiap persoalan pelayanan terdapat kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.

“Karena itu, evaluasi terhadap pelayanan kesehatan seharusnya tidak berhenti pada upaya mencari siapa yang salah.Lebih jauh, evaluasi harus mampu menjawab pertanyaan penting: apa yang harus diperbaiki agar kejadian serupa tidak terulang?,” jelasnya.

Dalama menyebutkan pertanyaan tersebut dapat menjadi titik temu antara masyarakat, tenaga kesehatan, pengelola rumah sakit, dan pemangku kebijakan untuk memperbaiki kualitas pelayanan.

“Dengan evaluasi yang menyeluruh, setiap persoalan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan agar pelayanan kesehatan semakin baik dan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Di Tengah Duka, Doa Menjadi Penguat

Kunjungan takziah tersebut akhirnya bukan sekadar sebuah agenda kunjungan.

Kehadiran H. Dalami Nur Sidiq bersama anggota Fraksi PKS menjadi gambaran bahwa seorang wakil rakyat juga dapat hadir di tengah masyarakat dalam situasi duka, bukan hanya ketika menjalankan agenda formal.

“Ketika seorang wakil rakyat datang ke rumah warga yang sedang berduka, yang dibawa bukan sekadar jabatan, melainkan empati dan kepedulian.Bagi keluarga Nidia, kehilangan seorang ayah tentu meninggalkan ruang yang tidak mudah digantikan. Di tengah kesedihan tersebut, kenangan tentang sosok ayah akan tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan keluarga,” ujarnya.

Kini, keluarga Nidia harus melanjutkan kehidupan tanpa sosok tersebut.

Di tengah duka itu, doa menjadi penguat agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan. (*-Red)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less