Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Polsek Sawangan Gelar POLIDIK di Magelang, Pelajar Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

Polsek Sawangan Gelar POLIDIK di Magelang, Pelajar Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

  • calendar_month 5 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Polsek Sawangan, Polresta Magelang, menggelar program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) di SMP IT Insan Harapan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya kepolisian dalam membentuk karakter pelajar, meningkatkan kesadaran hukum, serta mencegah kenakalan remaja di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara SMP IT Insan Harapan mulai pukul 07.00 WIB tersebut, Kapolsek Sawangan AKP Abdul Muthohir, S.H., M.H., bertindak sebagai pembina upacara pengibaran bendera Merah Putih.

Dalam amanatnya, Kapolsek menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa, terutama mengenai pencegahan perkelahian, tawuran, perundungan atau bullying, serta pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.

Ia mengingatkan bahwa masa sekolah merupakan kesempatan bagi para pelajar untuk menuntut ilmu, membentuk karakter, meraih cita-cita, dan mempersiapkan masa depan. Karena itu, para siswa diharapkan menghormati guru, menyayangi orang tua, menjaga persahabatan, serta mengisi waktu dengan berbagai kegiatan positif.

Cegah Tawuran dan Perundungan di Kalangan Pelajar

AKP Abdul Muthohir menegaskan bahwa tawuran bukanlah bentuk keberanian. Begitu pula membawa senjata untuk menakut-nakuti orang lain tidak dapat dianggap sebagai prestasi. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain serta berujung pada persoalan hukum.

Sebagai contoh, ia mengingatkan peristiwa di Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, pada 1 Agustus 2026. Saat itu, 12 remaja diamankan karena diduga hendak melakukan tawuran. Petugas juga mengamankan tiga bilah celurit yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa perselisihan dan provokasi melalui media sosial dapat berkembang menjadi tindakan berbahaya apabila tidak disikapi dengan bijak.

Kapolsek juga mengingatkan bahwa perundungan, baik melalui perkataan, tindakan fisik, maupun media sosial, bukanlah sekadar candaan apabila menyebabkan orang lain terluka atau merasa terancam.

“Tawuran bukanlah bentuk keberanian. Membawa senjata untuk menakut-nakuti orang lain bukanlah prestasi,” demikian pesan yang ditekankan dalam amanat Kapolsek Sawangan kepada para pelajar.

Ia turut menyampaikan pesan Rasulullah saw. bahwa orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam bergulat, melainkan orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Melalui pesan tersebut, para siswa diimbau agar tidak mudah terpancing emosi, menolak ajakan tawuran, serta tidak membalas ejekan dengan kekerasan. Apabila menghadapi persoalan, para pelajar diharapkan menyelesaikannya secara baik dengan meminta bantuan guru atau orang tua.

Kapolsek juga mengajak para siswa agar tidak mengorbankan masa depan hanya demi membuktikan keberanian sesaat. Para pelajar diharapkan menjadi pribadi yang berani karena prestasi, kuat karena akhlak, serta mampu membanggakan keluarga dan sekolah.

Kapolsek Sawangan Imbau Pelajar Bijak Bermedia Sosial

Selain mencegah tawuran dan perundungan, program POLIDIK Polsek Sawangan juga menyoroti pentingnya penggunaan media sosial secara bijak di kalangan pelajar.

AKP Abdul Muthohir mengingatkan agar para siswa tidak mudah terprovokasi oleh ajakan negatif di media sosial. Platform digital hendaknya tidak digunakan untuk menantang pihak lain, menyebarkan provokasi, melakukan perundungan, maupun mengajak teman terlibat dalam aksi tawuran.

“Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan negatif, apalagi menggunakan media sosial untuk menantang orang lain, menyebarkan provokasi, melakukan perundungan, atau mengajak teman untuk tawuran,” pesannya.

Ia menekankan bahwa para pelajar harus mampu mengendalikan diri dan mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan, termasuk ketika berinteraksi di dunia digital. Perselisihan yang bermula dari komentar atau unggahan di media sosial dapat berkembang menjadi konflik apabila tidak disikapi secara bijak.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Sebaliknya, para siswa diharapkan memanfaatkan media sosial untuk kegiatan positif yang mendukung proses belajar, pengembangan diri, dan perluasan wawasan.

Kapolsek juga mengajak seluruh pelajar untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman, damai, dan nyaman untuk belajar. Dengan sikap bijak dalam menggunakan media sosial, diharapkan para siswa dapat terhindar dari perilaku negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

POLIDIK Perkuat Pembinaan Karakter Pelajar

Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polsek Sawangan berupaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.

Edukasi yang diberikan dalam upacara bendera tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran hukum para siswa sekaligus membangun; karakter generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghormati sesama.

Para pelajar juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, mengendalikan emosi, serta menjauhi segala bentuk kekerasan; baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Dengan pembinaan sejak dini, program POLIDIK diharapkan menjadi salah satu langkah preventif untuk menekan kenakalan remaja; mencegah tawuran antarpelajar, serta membangun hubungan yang positif antara kepolisian, sekolah, dan generasi muda di Kabupaten Magelang.

Kegiatan upacara bendera yang diisi dengan penyampaian edukasi tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less