Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sampah Palembang Diolah Jadi Listrik, PSEL Berpotensi Hasilkan Daya hingga 20 MW

Sampah Palembang Diolah Jadi Listrik, PSEL Berpotensi Hasilkan Daya hingga 20 MW

  • calendar_month 33 menit yang lalu

BNews-NASIONAL – Fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan, ditargetkan mulai beroperasi secara komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 8 Desember 2026.

Progres pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut telah mencapai 96 persen hingga Oktober 2026. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, bahkan meninjau langsung kesiapan PSEL Palembang pada Rabu (4/11/2026).

PSEL Palembang dibangun menggunakan skema Build Own Operate (BOO) di atas lahan seluas 8 hektare. Fasilitas ini dirancang mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari dari total timbulan sampah Kota Palembang yang mencapai sekitar 1.260,956 ton per hari.

Saat ini, pekerjaan pembangunan yang masih tersisa meliputi penyelesaian area perkantoran, fasad bangunan, dan taman. Sementara itu, fasilitas utama telah memasuki tahap uji coba operasional atau commissioning.

Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan, listrik yang dihasilkan PSEL Palembang sudah masuk ke jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kapasitas pembangkitan yang semula dirancang sebesar 17,7 megawatt (MW) juga berpotensi meningkat hingga 18,6 MW, bahkan mencapai 20 MW pada kondisi puncak.

“Insyaallah Desember ini mudah-mudahan sudah bisa kita resmikan. Bayangkan, sesuatu yang tadinya menjadi masalah besar bagi lingkungan, sekarang bisa diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menjelaskan, persoalan sampah selama ini bukan hanya berkaitan dengan penumpukan. Sampah juga menimbulkan berbagai dampak lingkungan, mulai dari pencemaran, mikroplastik, emisi gas metana, hingga risiko kebakaran dan bencana lingkungan.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Melalui teknologi waste to energy, sampah yang sebelumnya menjadi beban lingkungan dapat diolah menjadi sumber energi yang memiliki nilai tambah.

PSEL Palembang diproyeksikan menghasilkan listrik untuk memenuhi kebutuhan sekitar 12.000 hingga 14.000 rumah tangga. Proyek dengan nilai investasi sekitar 160 juta dolar AS atau hampir Rp3 triliun tersebut juga diperkirakan mampu menyerap 600 hingga 1.000 tenaga kerja, termasuk pekerja di sektor hulu pengelolaan sampah.

“Jadi, yang tadinya masalah, sekarang menjadi sesuatu yang positif. Sampah bisa diolah menjadi energi, lingkungan lebih terjaga, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat,” tambahnya.

Pemerintah Siapkan Skema Pembiayaan PSEL Palembang

Selain meninjau kesiapan infrastruktur, pemerintah juga membahas sejumlah langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan operasional PSEL Palembang. Salah satu perhatian utama adalah masa transisi regulasi pengembangan PSEL dari Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 menuju Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Proses transisi tersebut akan dilakukan secara paralel setelah fasilitas mencapai COD. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan ketentuan pengalihan kepemilikan saham yang belum dapat dilakukan pada tahap praoperasional.

Dari sisi pembiayaan, operasional PSEL Palembang hingga peralihan ke skema baru membutuhkan sinergi dukungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.

Pemerintah Kota Palembang membutuhkan dukungan Bantuan Biaya Layanan Pengolahan Sampah (BLPS) untuk memenuhi biaya tipping fee sebesar Rp400.000 per ton.

Untuk tahun anggaran 2027, Pemkot Palembang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 miliar dengan kontribusi daerah senilai Rp90.000 per ton. Sementara itu, kekurangan biaya sebesar Rp310.000 per ton diharapkan dapat dipenuhi melalui dukungan BLPS yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik.

Guna mempercepat proses administrasi dan aspek hukum selama masa transisi, pemerintah juga mendorong penyusunan Bridging Agreement serta penyelesaian uji tuntas atau due diligence oleh Danantara.

Selain itu, penguatan landasan hukum terkait kepemilikan lahan milik daerah dan pengalihan aset kelistrikan kepada PLN juga menjadi bagian dari langkah yang disiapkan.

Dengan progres pembangunan mencapai 96 persen dan tahapan commissioning yang telah memasuki fase akhir, PSEL Palembang diharapkan segera beroperasi sesuai target pada Desember 2026.

Kehadiran fasilitas ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Palembang. Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, timbulan sampah diharapkan dapat berkurang sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less