PWI Jateng dan USM Gelar Sarasehan Pengembangan Balkondes di Borobudur

BNews–MAGELANG-– – Pelaku wisata di kawasan Candi Borobudur mengikuti sarasehan yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng bersama Universitas Semarang (USM). Sarasehan dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2023, berlangsung di Hotel Doman, Borobudur, Sabtu (11/03/2023) malam.

Dalam acara tersebut mengangkat tema pemikiran terkait pengembangan dan peningkatan destinasi wisata. Khususnya Balai Ekonomi Desa (Balkondes) di Borobudur.

Rektor USM, Dr Supari mengulurkan tangan tentang apa yang dapat diperbuat untuk tumbuh berkembang bersama masyarakat sekitar Borobudur, terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam peningkatan dan pengembangan ekonomi masyarakat do kawasan objek wisata candi peninggalan budaya dunia oleh UNESCO.

“USM punya sekitar 400 dosen dan 20 ribu mahasiswa. Potensi itu kiranya dapat membantu warga Magelang untuk berkolaborasi dan aksi nyata apa yang bisa diterapkan di Borobudur,” terangnya.

Terkait potensi USM, termasuk menampilkan kegiatan beberapa fakultas, seperti Hukum, Ekonomi, Teknologi, Pertanian, dan Magister Manajemen serta Prodi Pariwisata. Dari tayangan tersebut diharapkan warga tahu kemampuan USM dan apa saja yang bisa dilakukan untuk pengembangan pariwisata di Borobudur.

Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS, mrnambahkan kolaborasi dari USM denfan PWI sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu, PWI sudah terlibat dalam pengembangan pariwisata di Kabupaten Magelang. “Kami sudah terlibat berbagai kegiatan untuk menyokong kegiatan wisata Magelang,” katanya.

Tahun ini, PWI Jateng juga bekerja sama dengan sejumlah pemda dalam mendung berbagai kegiatan. Itu bagian untuk melengkapi kerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk kerja sama dengan USM ikut mempromosikan Program Studi Pariwisata.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

”Pendekatan ke kampus bermaksud kolaborasi. Itu akan menunjukkan performa. Selain sebagai praktisi jurnalistik, juga fungsi kontrol, dan edukasi sesuai Undang Undang Pers,” terangnya.

Sarasehan yang dihadiri para pelaku wisata tersebut, dipandu oleh R Widiyartono, hadir juga Kepala Bapedda Pemkab Magelang, Taufik Hidayat Yahya, Sekretatis Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga, Gunawan Andi, Camat Boronudur Subiyanto dan undangan lain.

Pada sarasehan tersebut, tiga kepala desa (Kades) diberi kesempatan untuk memaparkan potensi desanya, yakni Kades Karangrejo, Muhammad Heli Rofikun, Kades Sambeng, Rowiyanto, dan Kades Candirejo Singgih. Ketiganya memaparkan potensi desa masing-masing tentang potensi wisata desanya.

Kades Karangrejo, Muhammad Heli Rofikun memaparkan, desa dengan enam dusun itu, memiliki beberapa objek wisata yang salah satunya Punthuk Setumbu. Destinasi itu untuk melihat matahari terbit antara Merapi dan Merbabu. Pancaran mataharinya mengenai Candi Borobudur. Juga punya Gereja Ayam atau Bukit Rema, Kebun Buah, Balkondes.

“Kerja sama dengan universitas sangat dibutuhkan, terutama terkait SDM masyarakat setempat. Produk UMKM lokal belum tergarap maksimal. Jajanan produk setempat dijual borongan kepada warga Yogyakarta dan kota lain, saat kembali ke Karangrejo sudah dengan paket yang bagus dan harganya mahal,” katanya.

Kades Sambeng, Rowiyanto, dalam kesempatan yang sama menyatakan masih butuh bantuan. Dia sangat menerima ajakan kerja sama PWI dan USM. UMKM sudah banyak, seperti Topi Pandan dan Sandal Pandan. Juga ada makanan Slondok dan Emping Tela. “Kendalanya kekurangan singkong,” katanya.

Sedangkan Kades Candirejo, Singgih, juga membuka diri buat USM dan PWI. Dipaparkan, dengan adanya pengunjung dilarang naik ke Candi Borobudur, desa mendapat dampak positif. Misalnya banyak pengunjung yang keliling naik mobil VW. Ini yang menjado daya dukung dalam pengembangan Desa Candirejo sebagai desa wisata.

Kepala Bappeda Pemkab Magelang, Taufik Hidayat Yahya, mengatakan dengan adanya penetapan Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas, itu merupakan anugerah. Kini dipasang lampu hias dan jalannya dilebarkan, ditambah pembangunan jalan tol Yogyakarta – Bawen pada tahun 2024.

Dengan pembangunan jalan tol pada tahun 2024, diharapkan sudah bisa digunakan, dan akan makin banyak wisatawan yang datang ke Magelang. “Bagi warga Jakarta, daripada macet di Jakarta, akan banyak yang memilih ke Yogyakarta. Karena Jakarta-Yogyakarta akan bisa ditempuh tujuh jam,” katanya. (al)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!