Rektor Untidar Lepas 102 Mahasiswa Berdampak, Fokus Pemulihan Pascabencana di Agam dan Pesisir Selatan Sumatra Barat
- calendar_month Ming, 1 Feb 2026

Pelepasan keberangkatan 102 mahasiswa, enam dosen dan dua pendamping Untidar Magelang dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra, Sabtu (31/1/2026). (foto: Humas Untidar)
BNews–MAGELANG– Rektor Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Prof. Dr. Sugiyarto, M.Si. resmi melepas keberangkatan 102 mahasiswa, enam dosen dan dua pendamping dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra. Acara pelepasan tersebut digelar di Lapangan Rektorat Sidotopo, Sabtu (31/1/2026).
“Teman-teman mahasiswa akan menjadi duta Untidar di ranah minang, saya doakan awal akhir selamat berkah manfaat. Jaga kebersamaan, semangat, jangan lupa selalu bahagia. Kondisi sesulit apapun kita harus saling membantu dan membahagiakan,“ kata Sugiyarto.
Menurut Sugiyarto, kegiatan ini tidak mudah dan penuh perjuangan, namun dirinya percaya bahwa mahasiswa Untidar adalah orang hebat yang akan memberikan yang terbaik bagi institusi dan negara.
“Dimanapun kita berada mari menjadi orang yang penuh berkah dan manfaat,” ujarnya.
Pemerintah melalui Kemendiktisaintek Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mengadakan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatra Tahun Anggaran 2026.
Program ini merupakan upaya mendukung pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra di penghujung tahun 2025 serta mendorong peran aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Mahasiswa diposisikan sebagai aktor kunci dalam menjawab tantangan pemulihan pascabencana yang bersifat kompleks dan berkepanjangan.
“Alhamdulilah Untidar lolos dua Proposal Program Mahasiswa Berdampak. Dua kelompok terdiri dari 102 mahasiswa dari empat fakultas yang akan ditempatkan di provinsi Sumatra Barat yaitu Kabupaten Agam dan Kabupaten Pesisir Selatan,” jelas Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Dr. Dra. Eny Boedi Orbawati, M.Si.
Kegiatan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Agam yaitu teknologi tepat guna berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya, penjernihan air, pengolahan ikan, dan limbah minyak jelantah. Sedangkan di Kabupaten Pesisir Selatan akan melaksanakan program integrasi ketahanan pangan melalui instalasi smart farming.
Tim Kabupaten Agam terdiri dari tiga dosen yaitu Ir. Raka Mahendra Sulistiyo, S.T., M.Sc. (Dosen S1 Teknik Elektro, Ir. Sigit Joko Purnomo, S.T., M.T. (Dosen D4 TRPM) dan Soraya Kusuma Putri, S.T.P., M.Sc. (Dosen S1 Teknologi Pangan) serta 52 mahasiswa.
Lokasi tujuan Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.
Tim Kabupaten Pesisir Selatan terdiri dari tiga dosen yaitu Dr. Ir. Sigit Iswahyudi, S.T., M.T. (Dosen S1 Teknik Mesin), Ir. Andriyatna Agung Kurniawan, S.T., MEng. (Dosen S1 Teknik Mekatronika) dan Arrizka Yanuar Adipradana, MEng. (Dosen S1 Teknik Sipil).
Lokasi tujuan Lokasi Limau Gadang Pancung Taba, Kecamatan Ampek Nagari Bayu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Rombongan dari Untidar berangkat menggunakan Bus dan diperkirakan akan sampai di lokasi masing-maisng pada Minggu sore/malam 1 Februari 2026.
Kegiatan masing-masing tim akan segera dilaksanakan pada Senin (2/1/2026) sampai 28 Februari 2026. Sebelumnya pada Jumat (30/1/2026) mahasiswa diberikan pembekalan mengenal kebiasaan hidup orang Sumatra Barat dari Rektor UIN Imam Bonjol Padang secara daring. Mahasiswa diharapkan menjunjung adat istiadat agar kegiatan berjalan sesuai dengan yang direncanakan. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7


Saat ini belum ada komentar