Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sambut Ramadhan, Warga Dusun Dawung Magelang Gelar Tradisi Bajong Banyu

Sambut Ramadhan, Warga Dusun Dawung Magelang Gelar Tradisi Bajong Banyu

  • calendar_month Ming, 27 Mar 2022

BNews—MAGELANG— Menyambut bulan Ramadhan 2022, warga Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang menggelar tradisi ‘Bajong Banyu’ pada Minggu (27/3/2022).

Penggagas acara tradisi ‘Bajong Banyu’, Tri Setyo Nugroho atau yang akrab disapa Gepeng mengungkapkan bahwa acara diawali dengan upacara diiringi pertunjukan kesenian mulai dari Topeng Ireng hingga Jathilan.

Dilanjutkan dengan prosesi pengambilan air di Sendang Kedawung oleh para tokoh masyarakat dan perangkat desa serta sejumlah warga setempat. Mereka mengambil air dengan membawa kendi di sendang yang berjarak sekitar 200 meter dari Dusun Dawung tersebut.

Kemudian air dari sendang itu dibawa ke lapangan yang menjadi lokasi tradisi bajong banyu. Selanjutnya sesepuh desa menuangkan air tersebut ke dalam gentong.

”Air didalam gentong itulah yang digunakan untuk menyiramkan dan melemparkannya kepada warga. Bajong Banyu sebenarnya adalah perang air antarwarga. Namun, dalam perang air tersebut tidak ada permusuhan atau kesedihan, melainkan kegembiraan semua warga,” kata Gepeng.

Bajong Banyu, lanjut Gepeng, sebenarnya merupakan tradisi padusan atau menyucikan diri namun dengan kemasan yang lebih menarik.

”Ada seni dan budaya yang ada di sana. Kalau padusan kan sudah biasa. Nah bagaimana kita kemas dengan atraksi budaya, sehingga dapat menarik pariwisata juga,” imbuhnya.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Dia menjelaskan, banyak makna filosofis yang terkandung dalam tradisi Bajong Banyu. Diantaranya, pentingnya air di Sendang Kedawung yang bisa memberikan penghidupan untuk warga Dusun Dawung dan sekitarnya.

”Tradisi ini untuk mengingatkan kita akan pentingnya sumber mata air. Harus terus dijaga, karena sumber air itu yang memberikan penghidupan untuk masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dusun Dawung, Wisik berharap, tradisi tersebut terus bisa dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. Pada kesempatan itu, ia juga mengapresiasi dukungan serta antusias warga yang secara bahu-membahu melaksanakan tradisi bajong banyu.

 “Mari bersatu menyambut bulan suci Ramadhan. Bajong banyu ini bermakna menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less