Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sapi Simental Bobot 1,053 Ton di Magelang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

Sapi Simental Bobot 1,053 Ton di Magelang Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo

  • calendar_month 0 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Seekor sapi milik peternak asal Kabupaten Magelang dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Iduladha 1447 H/2026. Sapi tersebut berjenis Simental berwarna dominan merah dipadukan kuning dibagian kepala, perut, dan kaki dengan bobot mencapai 1,053 ton.

Peternak asal Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Sapari (41), awalnya tak menyangka bahwa sapi miliknya bakal dibeli presiden. Ia mengaku senang.

“Saya sekeluarga merasa senang. Alhamdulillah bisa merawat sapi, diberikan kesehatan terus, bisa sampai bobot 1 ton lebih itu. Sampai-sampai kok ini sekarang sapinya laku yang membeli pak Presiden lewat teman-teman dinas yang jadi pengantara. Saya terima kasih sekali,” katanya, Rabu (14/5/2026).

Dia menjelaskan, sapi yang diberi nama Batu Aji tersebut dulu dibeli saat umurnya sekitar dua tahun. Belinya di Pasar Jelok Boyolali dengan harga Rp42,6 juta.

“Sudah dipelihara selama 17 bulan sampai sekarang, itu sekarang alhamdulillah bobotnya 1 ton 53 kilogram,” jelas Sapari.

Dia menyebut, dari awal beli hingga sekarang, kondisi sapinya sehat dan mudah dirawat. Yang mana memang dirinya hobi memelihara sapi.

“Perawatan satu harinya itu, combor dua kali. Selanjutnya diberi rumput dan sedikit singkong. Tapi, singkong itu ya tidak pasti. Yang pasti itu combor pakai ampas tahu sama konsentrat, bekatul. Itu dua kali berturut-turut tiap hari,” ujar Sapari.

IKUTI BOROBUDUR NEWS DI GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)

Lanjutnya, jika cuaca cerah, terkadang sapi tersebut dimandikan. Selanjutnya pada sore hari diberi comboran lagi.

Nantinya sapi tersebut bakal dikirim ke MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang saat Iduladha 2026. Sapi tersebut dibeli dengan harga Rp126 juta dipotong pajak Rp1,9 juta.

“Itu dibeli Rp126 juta. Cuman, saya kepotong pajak Rp1,9 juta. Kemarin kan saya dipanggil di kantor dinas, yang dipanggil itu sebenarnya pak Slamet. Ya istilahnya saya sama pak Slamet itu sudah seperti keluarga,” ujar Sapari.

“Sudah ada keputusan deal, terus saya diminta merawat kesehatan sapinya sampai hari H dan pengiriman. Jadi di harga segitu, saya disuruh ngirim ke masjid sawitan tanggal 27 (Mei),” pungkasnya. (mta)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less