Satgas : Klaster Keluarga Dominasi Kasus Covid di Kabupaten Magelang

BNews—MAGELANG—Pandemi Covid-19 di Kabupaten Magelang belum juga usai. Tercatat hingga Senin (14/12/2020), jumlah kumulatif pasien terkonfirmasi positif sebanyak 4.243 orang dengan rincian 1.177 dalam penyembuhan, 2.956 sembuh dan 110 meninggal.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan klaster rumah tangga (keluarga) mendominasi. Selain itu ada enam klaster lainnya yang diantaranya yakni tempat kerja.

”Untuk klaster tempat kerja ini ada di beberapa kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Salam, Mungkid, Mertoyudan, Muntilan dan Tempuran. Kemudian ada juga klaster pondok pesantren di tiga kecamatan, yakni Tegalrejo, Tempuran dan Kaliangkrik,” kata dia.

Kemudian ada juga klaster Rumah Sakit yakni di RSUD Muntilan dan Rumah Sakit Merah Putih. Serta klaster pasar, di Pasar Rejowinangun dan Pasar Grabag.

”Bahkan ada juga klaster acara, yakni di Secang, Bandongan, Srumbung dan sebuah event di Borobudur. Terakhir adalah klaster perjalanan, yang umumnya dialami warga setelah bepergian dari luar wilayah Magelang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanda menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya menekan penambahan kasus terkonfirmasi. Mulai dari menggelar tes usap atau swab masif hingga menambah ruang isolasi terpadu di sejumlah lokasi.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Tempat isolasi terpadu itu diperuntukkan bagi pasien atau warga yang tidak memiliki tempat yang layak untuk isolasi. Kemudian direkomendasikan oleh warga atau lingkungan tempat tinggalnya.

”Bagi mereka yang tidak bergejala dan hanya memiliki gejala ringan,” imbuh Nanda.

Selain menyiapkan tempat isolasi terpadu di sejumlah lokasi, kata Nanda, pihaknya juga menambah jumlah tempat tidur di Rumah Sakit Merah Putih. Sebelumnya ada 33 dan ditambah menjadi 67 tempat tidur. ”Juga menambah jumlah tenaga kesehatannya,” paparnya.

Tambah Nanda, tempat isolasi terpadu harus memenuhi beberapa persyaratan agar para penghuni nantinya merasa nyaman. Menurutnya, dengan penghuni nyaman maka mereka bisa menyelesaikan waktu isolasi dengan tepat.

”Prinsip bagaimana agar pasien atau warga yang menjalani isolasi mandiri itu tidak keluar sebelum waktu yang ditentukan selesai,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: