Satu Pemuda Pemicu Tawuran Warga Di Kota Magelang Ditangkap, Dua Orang DPO

BNews–MAGELANG– Polres Magelang Kota berhasil mengamankan FR, 22, warga Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Yang bersangkutan diduga terlibat penyerangan yang menjadi pemicu tawuran antaran warga Bogeman dan Nambangan pada 7 Mei 2022 lalu.

Saat dihadirkan dalam konferensi pers di Aula Polres Magelang Kota, Selasa (17/5) siang, FR mengakui kalau dirinya melakukan penyerangan menggunakan celurit.

Ia menjelaskan alasan penyerangan ini dikarenakan ada ejekan yang dilontarkan kepada dirinya dan teman-temannya saat nongkrong di sekitar Puskesmas Nambangan.

“Saat saya dan teman-teman saya sedang nongkrong, ada orang yang berteriak dengan ungkapan ‘celeng’. Seketika teman-teman saya kepancing (emosi). Awalnya saya berusaha untuk meredam emosi mereka, namun orang tersebut balik lagi. kemudian saya pulang ambil celurit,” ujarnya.

Saat ditanya Kapolres Magelang Kota AKBP Yolanda Evalyn Sebayang, FR mengatakan dua orang yang masih menjadi DPO merupakan kenalannya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui lokasi saat ini mereka berdua.

Kapolres Yolanda mengatakan dua DPO yang masih dicari berinisial BG, 17 tahun, dan GL, 16 tahun. Keduanya beralamat di Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang.

Meskipun pihak kepolisian sudah berhasil mendamaikan dan mengumpulkan senjata yang digunakan untuk tawuran. Namun, sumber dari tawuran ini, pihaknya masih akan terus mencari.

Dari hasil perdamaian tawuran kemarin, pihaknya sudah mengambil tindakan akan melakukan restorative justice. Manakala, pelaku penyerangan sudah ditemukan dan bisa dipertemukan dengan korban untuk diselesaikan secara kekeluargaan.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

 “Namun, disini kita bisa mendamaikan manakala pelakunya sudah ditemukan. Dan disini kita masih memiliki dua DPO,” imbuhnya.

Ia berharap bantuan kepada seluruh warga, jika mengetahui lokasi dua DPO ini untuk segera melaporkan ke kepolisian. Sehingga proses perdamaian bisa berjalan dan proses restorative justice bisa segera dilakukan.

“Jika dua DPO ini bisa segera didapatkan proses perdamaian ini bisa kita clear kan,” ucapnya.

DN, 26 tahun, yang merupakan korban penyerangan mengaku tidak mengenal pelaku.

 Berdasarkan keterangan yang didapat Sat Reskrim, korban ini bersama temannya hanya ingin beli rokok dan makanan saja di warung. Akibat penyerangan itu, korban DN mengalami luka pada jari telunjuk dan jari tengah dan telah dioperasi, serta paha kanan mengalami luka dan dijahit sebanyak 10 jahitan. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: