Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » SD Negeri Soka 2 Magelang Tinggal 2 Siswa, Bupati Tegaskan Regrouping Bukan Solusi Utama

SD Negeri Soka 2 Magelang Tinggal 2 Siswa, Bupati Tegaskan Regrouping Bukan Solusi Utama

  • calendar_month 0 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Bupati Magelang Grengseng Pamuji menegaskan bahwa kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah bukan menjadi solusi utama bagi sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik.

Menurutnya, sekolah yang menghadapi penurunan jumlah siswa perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, inovasi pembelajaran, hingga strategi membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap sekolah negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya dua sekolah dasar negeri di Kabupaten Magelang yang mengalami krisis peserta didik, yakni SD Negeri Soka 2 di Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, dan SD Negeri Blongkeng 3 di Kecamatan Ngluwar.

Bupati Magelang Dorong Sekolah Tingkatkan Kualitas Layanan

Grengseng mengatakan Pemerintah Kabupaten Magelang terus berupaya mengurangi berbagai hambatan yang selama ini menjadi kendala masyarakat dalam menyekolahkan anak.

Ia menilai peningkatan kualitas layanan pendidikan menjadi langkah utama untuk menarik kembali minat masyarakat terhadap sekolah negeri.

“Regrouping bukan menjadi jalan keluar pertama. Yang paling penting adalah bagaimana sekolah melakukan evaluasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membangun kepercayaan masyarakat sehingga minat untuk bersekolah kembali meningkat,” ujar Grengseng.

Menurutnya, Pemkab Magelang telah menjalankan sejumlah program untuk mendorong angka partisipasi sekolah. Salah satunya melalui pemberian bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat SD dan SMP negeri.

“Selama ini banyak orang tua sudah terbebani sejak awal karena harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membeli seragam sebelum anak masuk sekolah. Sekarang pemerintah hadir melalui program seragam gratis agar beban tersebut berkurang,” katanya.

Selain bantuan seragam, pemerintah daerah juga menyediakan layanan angkutan pelajar gratis di sejumlah wilayah yang telah ditentukan. Program tersebut dilakukan melalui subsidi biaya transportasi menggunakan angkutan umum.

“Kami juga menyiapkan angkutan pelajar yang aman. Pemerintah memberikan subsidi sehingga anak-anak dapat berangkat ke sekolah tanpa menambah beban biaya bagi orang tua,” jelasnya.

Grengseng berharap berbagai program tersebut dapat meningkatkan angka partisipasi sekolah sekaligus memastikan seluruh anak di Kabupaten Magelang memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan.

“Harapan kami, orang tua tidak lagi ragu menyekolahkan anaknya di sekolah negeri. Pemerintah terus berupaya memberikan kemudahan agar akses pendidikan semakin terbuka,” ungkapnya.

SD Negeri Soka 2 Hanya Memiliki Dua Siswa Aktif

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, SD Negeri Soka 2 menjadi salah satu sekolah yang paling terdampak penurunan jumlah peserta didik.

Saat ini, sekolah tersebut hanya memiliki dua siswa aktif, yakni Reyandita Keisha Zahra yang duduk di kelas V dan Rama Dava Saputra yang berada di kelas VI.

Guru Kelas V SD Negeri Soka 2, Pranta Susiyanta, mengatakan penurunan jumlah siswa telah terjadi dalam waktu cukup lama. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah munculnya wacana regrouping sejak 2015.

“Sejak tahun 2015 sebenarnya sudah ada wacana regrouping dari Dinas Pendidikan. Namun saat itu tidak jadi dilaksanakan. Meski demikian, informasi tersebut telanjur berkembang di masyarakat,” jelas Pranta.

Menurutnya, sejak kabar tersebut beredar, sebagian orang tua mulai ragu menyekolahkan anaknya di SD Negeri Soka 2 karena khawatir sekolah akan ditutup.

“Setiap tahun jumlah siswa baru terus menurun. Adanya isu regrouping dan rencana penutupan sekolah membuat masyarakat semakin ragu memilih sekolah ini,” katanya.

Ia menambahkan, persaingan dengan sekolah lain di sekitar Desa Ngargosoko juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jumlah peserta didik baru.

Di wilayah tersebut terdapat beberapa lembaga pendidikan, seperti SD Negeri Soka 1, SD Negeri Soka 2, SD Islam Al Umar Ngargosoko, serta MI Ma’arif Gedangan Ngargosoko.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Meski menghadapi keterbatasan jumlah siswa, Pranta berharap SD Negeri Soka 2 tetap dapat dipertahankan.

“Kalau dari hati kecil tentu kami ingin SD Negeri Soka 2 tetap bertahan. Tetapi kalau memang nantinya harus diregrouping, kami juga akan mengikuti kebijakan pemerintah. Yang jelas kami menunggu arahan dari Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Magelang memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang mengalami penurunan jumlah peserta didik.

Evaluasi tersebut tidak hanya berdasarkan jumlah siswa, tetapi juga mempertimbangkan akses pendidikan, kondisi geografis, kebutuhan masyarakat, serta upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Pemkab Magelang menegaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil akan diarahkan untuk memastikan seluruh anak tetap mendapatkan hak belajar secara optimal. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less