Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Bukan Sekadar MPLS, 789 Siswa Baru SMK MIPHA Temanggung Diajarkan Rawat Bumi Lewat Fun Camp

Bukan Sekadar MPLS, 789 Siswa Baru SMK MIPHA Temanggung Diajarkan Rawat Bumi Lewat Fun Camp

  • calendar_month 21 jam yang lalu

BNews-JATENG– Sebanyak 789 siswa baru SMK Bhumi Phala (MIPHA) Temanggung mengikuti kegiatan fun camp di kawasan wisata Embung Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kegiatan yang digelar selama dua hari, 16-17 Juli 2026, tersebut menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tidak hanya berisi aktivitas perkemahan, fun camp ini juga membawa misi pelestarian lingkungan melalui kolaborasi antara alumni, siswa baru, pemerintah daerah, hingga kelompok tani setempat.

Program tersebut mengusung konsep estafet kepedulian lingkungan. Alumni SMK MIPHA yang baru saja menyelesaikan pendidikan menyerahkan bibit pohon kopi Arabika varietas LS (Lini S). Bibit itu kemudian diberikan kepada siswa baru kelas X sebagai bentuk pembelajaran tanggung jawab terhadap lingkungan.

Selanjutnya, bibit kopi tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk diteruskan kepada kelompok tani di Desa Bansari.

Kepala Sekolah SMK MIPHA Temanggung, Slamet Purwanto, mengatakan kegiatan ini menjadi upaya sekolah dalam menanamkan kesadaran ekologis kepada para siswa sejak dini.

“Merawat dan memelihara lingkungan itu merupakan hal yang wajib,” ujar Slamet Purwanto.

Karena kegiatan berlangsung pada musim kemarau, penanaman pohon dalam acara tersebut baru dilakukan secara simbolis. Penanaman secara massal akan dilaksanakan ketika musim penghujan tiba.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Nantinya, kelompok tani setempat akan memiliki tanggung jawab dalam merawat bibit kopi arabika tersebut, baik yang ditanam di ladang maupun pekarangan warga.

Pemilihan kopi Arabika varietas LS dilakukan sebagai langkah strategis dalam pengembangan sektor pertanian. Tanaman tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan tembakau yang selama ini menjadi komoditas utama Temanggung, melainkan sebagai tanaman pendamping (substitusi) dengan nilai ekonomi tinggi yang cocok ditanam di wilayah dataran tinggi.

Bupati Temanggung Apresiasi Gerakan Hijau SMK MIPHA

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, memberikan apresiasi terhadap inisiatif pelestarian lingkungan yang digagas SMK MIPHA Temanggung.

Menurutnya, gerakan menjaga bumi perlu terus disosialisasikan secara luas dan dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Ya, yang jelas kampanye kita dalam rangka terus merawat lingkungan, alhamdulillah sudah direspons positif oleh banyak institusi. Salah satunya adalah institusi pendidikan di SMK MIPA Parakan,” kata Agus Setyawan saat diwawancarai di lokasi.

Agus menyebut program tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Temanggung yang terus mendorong budaya menanam pohon setiap melakukan kunjungan ke berbagai wilayah.

Ia berharap kegiatan yang digelar di kawasan wisata seperti Embung Bansari dapat meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap daerah asalnya sebelum mengenal wilayah lain.

“Anak-anak Temanggung itu, sebelum study tour ke luar daerah, tahu dulu Temanggung. Ada tempat wisata, pertanian, kerajinan yang bisa disambangi untuk pendidikan dini. Ketika mereka nanti melanjutkan sekolah keluar, mereka bisa kita jadikan sebagai duta Temanggung untuk mengenalkan daerahnya,” urai Bupati.

Siswa Baru Rasakan Pengalaman Berharga

Bagi siswa baru SMK MIPHA Temanggung, kegiatan fun camp di Embung Bansari memberikan pengalaman yang berbeda. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan dan berkontribusi terhadap alam.

Sela Mareta Prasanta, siswi baru jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) 1, mengaku senang dapat bertemu banyak teman sekaligus ikut dalam kegiatan penghijauan.

“Di kegiatan fun camp di Bansari ini, kita dapat bertemu dengan teman banyak, dan bisa melestarikan lingkungan dengan cara menanam pohon di tempat wisata yaitu di Embung Bansari,” ungkap Sela riang.

Ia mengaku pengalaman menanam pohon di kawasan wisata menjadi pengalaman baru yang berkesan baginya.

“Kalau menanam pohon di tempat wisata itu baru pertama kali, dan ini cuma saya melakukan ini di sekolah SMK Bumi Pala Parakan,” pungkasnya.

Program pelestarian lingkungan yang dilakukan SMK MIPHA Temanggung bukan kali pertama digelar. Sebelumnya, sekolah tersebut juga telah melaksanakan kegiatan serupa di wilayah Tlilir.

Sebagai pelopor gerakan kolaborasi hijau, SMK MIPHA berharap konsep tersebut dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Temanggung sehingga upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat semakin luas dan berkelanjutan. (ans)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less