Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sebuah Sekolah Dasar Minta Ganti Gedung Karena Terkena Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen

Sebuah Sekolah Dasar Minta Ganti Gedung Karena Terkena Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen

  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022

BNews–JOGJA– Proyek pembangunan jalan Tol Jogja-Bawen berdampak pada dua sekolah di Kabupaten Sleman, Salah satunya  Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Banyurejo, Tempel yang terdampak proyek tersebut.

Pihak Sekolah kini resah karena belum ada kejelasan pembangunan gedung baru. Padahal, proyek tol sepanjang 76 kilometer itu telah memasuki tahap groundbreaking di Tirtoadi pada akhir Maret lalu.

Artinya, pembangunan jalan seksi 1 yang menghubungkan Sleman – Banyurejo bakal segera dibangun.

Sementara hingga saat ini belum ada informasi pembangunan gedung sekolah untuk relokasi.

“Sekarang kan sudah semakin dekat waktunya. Target pembangunan jalan tol tahap satu di tahun 2023. Sekarang ini sudah pertengahan 2022. Kami dari pihak sekolah, harapannya ingin segera dibangunkan gedung baru,” kata Ismana, Kepala SD N 1 Banyurejo, Tempel, Selasa (12/4/2022).

Bukan tanpa usaha, Ismana mengaku sudah beberapa kali ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman. Tetapi, kewenangan pembangunan gedung baru ternyata ada di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Sebab, bangunan gedung sekolah adalah aset milik daerah. Sementara Ismana sendiri tidak bisa menjangkau hingga BKAD dan sampai sekarang belum mendapatkan kabar apapun.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dirinya bersama Komite sekolah dan tokoh masyarakat Padukuhan Onggojayan, Padukuhan di mana lokasi sekolah berada juga sudah berkirim surat kepada pihak Pemerintah Kalurahan Banyurejo supaya bisa mendapatkan tanah kas Kalurahan untuk mengganti pembangunan gedung baru sekolah

Usaha itu membuahkan hasil. “Alhamdulillah, mengenai tempat pengganti untuk relokasi gedung sekolah ini sudah dapat persetujuan. Lokasi tanah kas desa pengganti masih di Padukuhan Onggojayan. Sekitar 200 meter ke arah timur laut (dari gedung SD lama). Luasannya sesuai luas yang dimiliki saat ini yaitu 2.950 meter,” katanya.

Ia berharap progres pembangunan jalan tol berjalan lancar. Begitu juga dengan pembangunan gedung baru untuk relokasi sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa tidak terhambat.

Ismana berharap pembangunan gedung sekolah baru nantinya direncanakan dengan matang. Tidak terkesan mendadak.

“Waktu pembangunan (gedung baru sekolah) kalau bisa sedini mungkin. Sehingga pengerjaannya tidak akan asal-asalan,” ujar dia.

Saat ini gedung SD N 1 Banyurejo masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar siswa. Kendatipun, beberapa rumah warga di Banyurejo, yang terdampak tol Yogyakarta-Bawen, sebagian mulai ada yang dibongkar.

Ismana meyakini, gedung sekolah tidak akan dibongkar oleh pengembang jalan tol sebelum ada gedung baru untuk relokasi karena itu kesepakatan awal saat sosialisasi di Kalurahan.

SDN 1 Banyurejo menempati tanah seluas 2.950 meter persegi dan sebagian dari lahan tersebut terdampak tol. Bidang yang terdampak meliputi bangunan kelas hingga halaman.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Kalau digusur sebelum ada gedung pengganti, kami akan protes. Karena itu kesepakatan sejak awal,” kata Purnomo.

Ia berharap pembangunan gedung pengganti nantinya sesuai standar yang ditetapkan. Meliputi ruang kelas I – VI. Kemudian ruang kantor untuk kepala sekolah dan guru. Ruang UKS, laboratorium komputer, ruang ibadah, perpustakaan dan ruang Tata Usaha. Dilengkapi pula dengan kantin, toilet dan tempat parkir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kalurahan, BKAD, maupun Dispertaru terkait penggantian gedung baru sekolah yang terdampak pembangunan jalan tol.

Pemerintah Kalurahan diminta menyiapkan lahan pengganti. Nantinya gedung akan dibangun oleh Pemerintah Kabupaten.

Tetapi, saat ini masih menunggu kepastian pencairan uang ganti rugi. Hingga saat ini menurut dia belum ada pencairan ganti rugi untuk gedung sekolah yang terdampak.

“Kami masih menunggu. Saya kira nanti cepat proses pembangunannya. Begitu ada kepastian pembayaran, nanti kami bergerak. Yang membangun gedung, lewat bidang aset BKAD. Aset kan mereka yang punya. Nah, kalau tanah relokasi dari Kalurahan,” kata Ery.

Menurutnya, ada dua sekolah di Sleman yang terdampak proyek tol Yogyakarta Bawen. Yaitu, SD Nglarang Tlogoadi dan SD N 1 Banyurejo. (*/Sumber tribunjogja)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less