Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Lies Pramudiyanti: Transformasi Pelayanan Kesehatan Harus Dimulai dari Mindset Aparatur

Lies Pramudiyanti: Transformasi Pelayanan Kesehatan Harus Dimulai dari Mindset Aparatur

  • calendar_month 0 menit yang lalu

BNews-MAGELANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang mendorong transformasi pola pikir (mindset) aparatur sebagai langkah meningkatkan mutu pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Perubahan tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pelayanan yang lebih ramah, profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang, Lies Pramudiyanti, dalam kegiatan Peningkatan Mutu Pelayanan Publik melalui Transformasi Mindset bagi Petugas Teknis Pelayanan Kesehatan di Pendopo Setda Kabupaten Magelang, Rabu (14/10/2026).

Lies menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan sarana yang memadai. Perubahan pola pikir, peningkatan kompetensi, serta penguatan sikap dan komitmen aparatur juga menjadi faktor penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sektor kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Kualitas pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan turut menentukan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Magelang.

Ia menjelaskan, sumber daya manusia menjadi salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas medis, gedung rumah sakit, maupun puskesmas, tetapi juga oleh kompetensi aparatur yang bekerja di dalamnya.

“Oleh karena itu, transformasi pelayanan kesehatan harus dimulai dari transformasi mindset atau pola pikir, dari yang semula ingin dilayani menjadi bangga melayani masyarakat,” tegas Lies.

Ia menambahkan, aparatur kesehatan perlu menyadari bahwa setiap tindakan dan keputusan yang diambil dapat berdampak langsung terhadap kesehatan maupun keselamatan masyarakat.

Empati dan Keramahan Jadi Kunci Pelayanan Kesehatan

Selain meningkatkan kemampuan teknis, Lies menekankan pentingnya sikap, empati, dan kepedulian dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis kepada pasien dan keluarga mereka.

Keramahan, kesabaran, serta kepedulian menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pelayanan yang baik, terutama bagi masyarakat yang sedang menghadapi masalah kesehatan.

“Bidang pelayanan kesehatan membutuhkan sentuhan empati, keramahan, dan kesabaran. Senyum dan kepedulian tenaga kesehatan sering kali menjadi obat pertama bagi masyarakat yang sedang sakit,” ungkapnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Melalui kegiatan tersebut, Lies berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teoretis, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi dan keterampilan sesuai perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat.

Transformasi pola pikir diharapkan dapat mendorong aparatur untuk lebih responsif, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta menjadikan kualitas pelayanan sebagai bagian dari tanggung jawab profesional.

Dinkes Magelang Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Lies juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani berbagai persoalan kesehatan di Kabupaten Magelang.

Sejumlah persoalan, seperti stunting, penyakit menular, dan peningkatan sanitasi, membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar penanganannya dapat berjalan lebih efektif.

Karena itu, Dinas Kesehatan perlu memperkuat sinergi dengan camat, kepala desa, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), serta instansi terkait lainnya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan program kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menjawab kebutuhan di setiap wilayah.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik (sharing best practices) bagi para petugas pelayanan kesehatan.

Melalui pertukaran pengalaman tersebut, peserta diharapkan dapat mempelajari inovasi yang telah berhasil diterapkan, mereplikasi praktik yang sesuai, serta memperbaiki kekurangan dalam pelaksanaan pelayanan di wilayah kerja masing-masing.

Dengan demikian, peningkatan mutu pelayanan tidak hanya bertumpu pada kebijakan organisasi, tetapi juga didukung pembelajaran dan perbaikan berkelanjutan dari para petugas di lapangan.

Roma Nainggolan Ajak Aparatur Bangun Pola Pikir Positif

Dalam kegiatan yang sama, narasumber Roma Nainggolan mengajak peserta membangun pola pikir positif, keberanian, dan inisiatif untuk mendorong perubahan serta meningkatkan kualitas diri.

Roma menjelaskan, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kerja keras, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pikir yang tepat, tindakan yang terarah, serta kemampuan merespons berbagai situasi.

Menurutnya, kebiasaan sehari-hari, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, dan pendidikan turut membentuk cara seseorang berpikir maupun bertindak.

Oleh karena itu, perubahan perlu dimulai dari kesadaran untuk mengevaluasi diri dan membangun kebiasaan yang lebih produktif.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Roma juga mendorong peserta, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin, agar berani merefleksikan sikap dan kinerja masing-masing.

Ia memberikan pertanyaan reflektif kepada peserta: apabila mereka berada di posisi seorang CEO, apakah mereka bersedia memiliki karyawan; dengan sikap dan kinerja seperti diri mereka sendiri?

Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa perbaikan organisasi perlu dimulai dari kesediaan setiap individu untuk menilai dirinya sendiri; mengenali kekurangan, dan melakukan perbaikan.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, refleksi tersebut diharapkan dapat mendorong aparatur lebih bertanggung jawab, terbuka terhadap evaluasi; serta memiliki inisiatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Transformasi Mindset untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Pemerintah Kabupaten Magelang berharap kegiatan peningkatan mutu pelayanan publik tersebut dapat mendorong perubahan nyata dalam perilaku dan kinerja aparatur kesehatan.

Transformasi pola pikir dan pertukaran praktik baik diharapkan mampu memperkuat budaya kerja yang mengutamakan kepentingan masyarakat; sekaligus meningkatkan profesionalisme petugas dalam menjalankan tugasnya.

Pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan berkeadilan menjadi tujuan yang ingin diwujudkan melalui peningkatan kompetensi serta penguatan komitmen aparatur.

Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Magelang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik; khususnya di sektor kesehatan, agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik sesuai kebutuhan mereka. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less