Seni Barongsai Menjaga Tradisi Tionghoa Di Magelang

BNews–MAGELANG– Suasaana hari raya imlek tidak lengkap jika tidak berbicara soal kesenian barongsai. Dimana kesenian khas negara tirai bambu china tersebut memang lekat dengan budaya Tionghoa.

Seperti dilangsir dari Medcom, terdengar suara mesin jahit dari sebuah rumah di Jalan Daha nomor 36, Kamirejo, Kota Magelang Jawa Tengah. Kawasan ini dikenal sebagai pusat domisili masyarakat keturunan etnis Tionghoa di kota tersebut.

Pemiliknya adalah Sandi Ironi, 64, yang juga merupakan seorang pemain sekaligus pelatih Barongsai generasi ketiga dari keluarganya. Tak heran dirinya begitu cekatan dan detail dalam menjahit pakaian Barongsai yang sedang diperbaiki.

“Saya itu bisa buat Barongsai diajarkan oleh kakek. Dari mulai umur lima tahun saya sudah kenal Barongsai,” ungkap bapak empat anak tersebut. Dilangsir medcom.

Dia mengatakan, terjadi banyak perubahan antara Barongsai saat dulu dan sekarang lantaran terpengaruh modernisasi. Menurutnya perbedaan paling mencolok terdapat pada motif baju Barongsai.

“Saya tahun 1960-an sudah bergelut dengan dunia Barongsai. Barongsai yang dulu kesanya warnanya pucat kalo sekarang lihat saja, Barongsai cerah meriah bahkan ada pakaiannya yang bling-bling,” ungkapnya.

Namun upaya memodernisasi Barongsai tidak serta merta diikuti oleh minat generasi Tionghoa terhadap budayanya. Hal itu terlihat dari jarangnya anak muda yang mau memainkan seni tersebut.

“Bisa dilihat di kelompok Barongsai saya atau kelompok yang lain, sedikit sekali anak muda Tionghoa yang mau ikut Barongsai. Ini akibat dari orang tua yang tidak mengajarkan anak-anak mereka tentang tradisinya,” terangnya.

Tapi Sandi yakin, masih banyak anak-anak muda lainya di luar etnis yang justru tertarik dengan Barongsai. Kini ia rutin melatih anak-anak di Kota Magelang untuk meneruskan tradisi dan budaya para leluhurnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: