Seorang Ibu, Kejar Pelaku yang Cekoki Miras Lalu Gilir Anak Perempuannya

BNews—SEMARANG— Tindakan asusila dilakukan oleh sejumlah orang di daerah Genuk Kota Semarang, kemarin. Mereka menggilir seorang gadis berusia 15 tahun setelah mereka cekoki dengan miras jenis ciu.

Polisi berhasil menangkap tiga dari empat pelaku. Satu orang masih DPO. Ketiga pelaku adalah Julia Manda Sihotang, 19, warga Bangetayu Kecamatan Genuk, Kota Semarang, WH, 15, warga Gorobogan, OT, 16, warga Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Sementara satu pelaku masih dalam pengejaran petugas.

“Tiga pelaku yang kami tangkap, sedangkan satu pelaku masih masuk daftar pencarian orang (DPO),” kata Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin saat gelar perkara di Polsek, kemarin.

Zaenul menyebut kejadian bermula ketika keempat pelaku membujuk korban menuju sebuah kebun pisang samping Posyandu pada Jumat (26/7) dini hari. Sesampainya di lokasi oleh pelaku korban diminta minum miras jenis ciu hingga tak sadarkan diri.

“Korban yang terpengaruh minum ciu langsung teler di lokasi sekitar. Oleh pelaku langsung melucuti celana untuk kemudian disetubuhi,” jelasnya.

Aksi bejat itu, kemudian diketahui ibu korban saat melakukan pencarian anaknya. Saat itu melihat ada beberapa anak muda lari. “Dikejar sama kakak korban, diketahui pelaku merupakan tetangga,” ungkapnya.

Seorang pelaku WH mengaku terpaksa melakukan aksi itu karena terpengaruh miras. Akibat miras membuat nafsu melihat RP. Korban pun digilir secara bergantian oleh keempat pelaku dalam keadaan tak sadarkan diri.

Loading...

“Saya minum 1 botol juga teman saya. Korban minum sekitar setengah botol. Begitu semuanya minum kemudian kami perkosa giliran,” tutur WH.

Para tersangka sudah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pelaku dijerat pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 76 E Jo Pasal 82 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara paing singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (wan/jar)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: