Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sepi Pengunjung Waterpark Di Yogyakarta Terus Bebenah

Sepi Pengunjung Waterpark Di Yogyakarta Terus Bebenah

  • calendar_month Kam, 28 Apr 2022

BNews–JOGJA-– Merebaknya wabah virus Corona di seluruh Dunia termasuk Indonesia memaksa semua orang untuk membatasi kegiatan dan dianjurkan untuk tetap dirumah. Hal ini secara langsung berdampak kepada usaha yang kini mengalami pemberhentian operasi dan bahkan penutupan secara permanen karena berkurangnya pengunjung.

Salah satu sektor yang paling terdampak adalah sektor pariwisata. Pandemi telah membuat sejumlah Waterpark di kota Yogyakarta mengurangi operasionalnya akibat sepinya pengunjung.

Pada hari Sabtu (23 April 2022), kami berkesempatan datang dan melakukan observasi secara langsung oleh pengelola Waterpark yaitu Divisi Marketing.

Waterpark ini merupakan salah satu cabang dari PT. YGY yang berpusat di Bali dan bergerak di bidang perhotelan; di dalamnya juga terdapat rumah sakit, sekolah dan kolam renang. Tetapi, untuk waterpark di daerah ini khusus untuk destinasi wisata saja.

Waterpark ini diresmikan pada tanggal 02 Mei 2011 yang berlokasi di daerah Bantul. Awal mula berdirinya tempat ini dikarenakan didaerah ini kebanyakan terdapat tempat pertunjukan seni, dan juga karena memang didaerah ini belum adanya tempat destinasi seperti waterpark yang sebesar ini.

 Maka disitulah terciptalah ide untuk membuat waterpark ini. Dikarenakan posisi yang strategis, dekat dengan pantai parangtrisis, keramaian, dan aksesnya sangat mudah membuat tempat destinasi ini ramai dikunjungi.

Waterpark ini berdiri dengan mengandalkan investor swasta dari Bali, dengan memiliki keunikan yang menonjol karena tempat destinasi ini merupakan waterpark terbesar di daerah Bantul. Namun seiring perkembangan zaman, pesaingnya kini cukup banyak dikarenakan sudah banyak waterpark-waterpark yang lebih besar didaerah lain. 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Waterpark disini beragam terdapat kolam untuk balita, anak-anak, hingga dewasa, dan memiliki fasilitas yang lain seperti wahana, spot untuk melakukan gathering, outbond dan pengunjung disini juga boleh request untuk wahana yang lainnya,”ujar divisi marketing waterpark, Sabtu (23/4/2022).

Awal mula sebelum adanya pandemi jumlah karyawan sangatlah banyak berkisar kurang lebih sampai 50 karyawan. Tetapi dengan adanya dampak dari pandemi ini membuat karyawan mengundurkan diri, hal ini disebabkan sepinya pengunjung membuat karyawan hanya mendapatkan gaji 50% dari gaji sebelum adanya pandemi. 

Jumlah karyawan saat ini berkisar 27 karyawan dengan sistem upah sudah UMR. Untuk struktur organisasinya sendiri; waterpark ini memiliki berbagai sistem kinerja karyawan yakni terdapat general manajer, divisi accounting, divisi marketing; penjaga kolam, garden, security dan masih banyak yang lainnya.

Disaat pandemi kurang lebih 3 bulan lamanya waterpark ini mengalami lockdown dikarenakan protokol untuk menjaga jarak; menjaga kerumunan, membuat waterpark ini tutup hingga 3 bulan lamanya dan membuat omset sangat menurun drastis.

“Waaah sebelum pandemi omsetnya itu sudah ada peningkatan walaupun belum meningkat dengan apa yang diharapkan sebenarnya. Yhaaaa, tetapi cukup lumayan lah dibanding dengan saat adanya pandemi kemarin. Tetapi saat ini pun juga masih tetap sepi pengunjung,” ujar divisi marketing waterpark, Sabtu (23/4/2022).

Tahun ini pihak manajemen telah membuat berbagai solusi alternatif bagaimana mensiasati penurunan pengunjung dan membuat Waterpark ini kembali ramai. Salah satu cara yang dijelaskan diantaranya: membuat media sosial seperti instagram dan youtube untuk meninjau lebih banyak konsumen, serta mengupgrade tempat yang inovatif, menarik, new, untuk menarik konsumen serta membuat konsumen nyaman dan tidak berpaling. 

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Saya ingin kedepannya akan menggali lebih dalam mengenai kesalahan apa yang membuat sepi pengunjung, kesalahan dalam omset menurun, serta mengoreksi kekurangan dari karyawan maupun tempatnya. Saat ini saya dan rekan karyawan yang lainnya sedang memikirkan bagaimana agar ramai kembali, dan pengunjung tidak bosan,” terangnya.

Harapan kami dengan diberlakukannya era New normal semoga waterpark ini menjadi tempat destinasi yang kembali ramai dikunjungi; memiliki event-event menarik yang terus dijalankan. Dan tidak bosan dalam mengelola destinasi ini menjadi destinasi waterpark yang paling menarik; inovatif untuk mendukung komunitas ataupun perusahaan dalam melakukan study banding, refreshing; mensupport berbagai event yang diadakan oleh pengunjung, serta menerima masukan atau request dari pengunjung.

Dukungan pemerintah juga diperlukan, salah satunya melalui campur tangan dari Pemerintah dengan pemberian insentif bagi usaha; melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah pusat di 2020 dan dilanjutkan di 2021 pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Diharapkan hasilnya adalah sektor informal dan usaha seperti ini dapat bertahan menghadapi dampak pandemi Covid-19. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat membantu menekan penurunan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada UMKM. (adv)

Penulis : Utomo, Sutopo, Noor, Damayanti, Gustari, Anggraeni, Nurmeisya dan Kurniawan (Univ.Sarjanawiyata Tamansiswa)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less