Sikapi Tren Digitalisasi Bisnis di Era Pandemi, Smartfren Business Hadirkan Layanan Teknologi untuk Kemajuan

BNews—NASIONAL— Pandemi Covid-19 yang merebak di awal tahun 2020 menyebabkan sebagian besar industri beralih ke ranah digital. Tak jarang ditemui perusahaan mengadopsi model bisnis digital untuk efisiensi operasi dan mempertahankan beberapa aliran pendapatan.

Menanggapi fenomena ini, Marketeers bersama dengan Smartfren Business mengadakan pemaparan ‘Marketeers Insight: Business Digitalization Trend in Pandemic Era’.

Pemaparan ini berfokus pada perilaku pelanggan business to business (enterprise) terkait digitalisasi dan penggunaan teknologi. Diskusi eksklusif Marketeers bersama dengan rekan-rekan media diadakan secara langsung lewat platform Zoom, Rabu (29/9/2021).

Diskusi ini menghadirkan Rangarajan Kalyanasundaram selaku CEO Smartfren.Business, Iwan Setiawan selaku CEO MarkPlus, Inc. Kemudian James Pratama selaku Business Analyst MarkPlus, Inc, dan Satya Fajar Pratama selaku Head of Strategy and Planning Smartfren Business.

Diskusi ini membahas mengenai seperti apa proses inovasi di enterprise berlangsung. Pengembangan teknologi digital yang menjadi tren & perhatian utama enterprise.

Kemudian, kekhawatiran dan harapan enterprise terkait IT Solution, serta manfaat nyata yang telah dirasakan enterprise karena penggunaan IT Solution.

“Smartfren.Business akan terus menyediakan layanan terbaik dan solusi bagi enterprise yang membutuhkan layanan bagi usahanya. Kita akan terus melihat perkembangan dan menyesuaikan kebutuhan dari setiap klien – klien dari smartfren Business.

Melalui acara ini, kami berharap dapat memberikan gambaran mengenai apa kesulitan yang dihadapi oleh pemilik usaha dan memberikan solusi terbaik kepada mereka,” ucap Ranga Kalyanasundaram, CEO Smartfren Business.

Dalam berinovasi, enterprise di Indonesia cenderung berpedoman pada sebuah IT Masterplan yang telah terintegrasi dengan rencana jangka panjang perusahaan. Setelah melakukan budgeting, enterprise akan melakukan berbagai riset dan pengembangan yang umum dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya adalah IT Partner.

”Sistem yang telah dikembangkan akan menjalani siklus sosialisasi, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan. Pengembangan berkelanjutan atau continuous improvement merupakan kunci penting enterprise untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,” ujar dia.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Berdasarkan riset yang telah dilakukan, lanjutnya, ditemukan bahwa stakeholder lintas industri memiliki perhatian dan minat yang tinggi untuk pengembangan teknologi. Yang mana berkaitan dengan manajemen pelanggan atau customer management.

”Teknologi digital yang telah berkembang dapat membantu enterprise unggul dari berbagai aspek. Seperti dari segi manajemen SDM, manajemen asset, manajemen komunikasi, manajemen pelanggan, manajemen asset, hingga manajemen data,” imbuhnya.

Maka dari itu, berpartner dengan mitra di bidang IT menjadi salah satu solusi yang menguntungkan bagi enterprise. Karena dengan adanya mitra dan layanan in-house managed service, enterprise dapat berfokus pada sektor esensial yang menjadi core bisnis masing masing, dan menyerahkan masalah IT mereka pada mitranya.

Namun, banyaknya pilihan mitra menimbulkan dilema bagi enterprise, karena perlu memilih IT Partner yang andal dari segi komunikasi, efisien dan efektif dari segi biaya, aman, berintegritas. Serta bersedia melakukan sharing knowledge kepada stakeholder internal perusahaan.

Ranga menyatakan bahwa pihaknya telah berkomitmen menjadi solusi bagi partner di bidang teknologi. Dengan ruang lingkup tiga pilar strategi yaitu Core Telco, ICT, dan Internet of Things (IoT).

”Saat ini, Smartfren Business telah menjalin sejumlah kerjasama dengan berbagai pihak seperti Microsoft, Google Cloud, Alibaba Cloud pada sektor teknologi Cloud. Juga dengan pemain-pemain besar lainnya di sektor teknologi hardware, ZOOM unified conferencing, security, managed wifi, hyperscaler, Fiber in The Air, IoT, dan Omni Chanel,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam pengembangan berbagai teknologi digital, enterprise memiliki berbagai kesulitan dan tantangan yang harus dihadapi dengan cepat. Diantaranya terkait sulitnya mengintegrasikan sistem dengan proses bisnis, sulitnya mengembangkan SDM, change management.

”Hingga keandalan dari teknologi itu sendiri. Smartfren Business memiliki layanan-layanan yang mampu mempermudah integrasi teknologi dalam bisnis yang mencakup keseluruhan proses,” imbuhnya.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Disamping itu, adanya keinginan setiap bisnis untuk menjaga komunikasi tetap baik dan fleksibel dengan IT Partner menjadi perhatian. Bahwa menuju era yang lebih dinamis, layanan aplikasi yang dapat diakses dimanapun dalam proses bisnis sangat diperhitungkan efektifitasnya.

Menanggapi hal ini, Smartfren Business akan segera menghadirkan aplikasi yang dinamakan Bizsf yang dapat membantu customer melihat kinerja layanan smartfen.Business secara self service.  Manfaat yang akan dirasakan adalah tentunya dapat melihat performance terhadap layanan yang sedang digunakan.

”Melakukan pembayaran/pembelian dengan mudah dan jika terjadi problem pada koneksi dapat melapor langsung dan memantau sejauh mana perbaikan nya,” katanya.

Untuk saat ini Bizsf diperuntukkan kepada customer connectivity saja namun kedepan nya akan direncanakan juga untuk layanan lain nya. Dengan rangkaian layanan yang komprehensif mulai dari core telco, ICT hingga IOT, Smartfren Business telah hadir dengan kuat sebagai ONE STOP SOLUTION yang dapat menjawab kebutuhan enterprise dalam melakukan digitalisasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: