Simulasi Penanganan Erupsi Gunung Merapi Digelar di Kabupaten Magelang
- calendar_month Sen, 7 Agu 2023

Foto bersama setelah simulasi penanganan erupsi gunung merapi oleh Basarnas Semarang di Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang
BNews-MAGELANG– Simulasi penanganan erupsi Gunung Merapi digelar Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang di Magelang (6/8/2023). Lokasi tepatnya di Lapangan Desa Dukun, Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.
Kepala Basarnas Semarang Heru Suhartanto di Magelang mengatakan kegiatan itu sebagai upaya mitigasi. Yakni jika terjadi bencana di kawasan lereng merapi tersebut.
“Hari ini kami melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang pencarian dan pertolongan di Desa Dukun. Fokus kami adalah kegiatan untuk antisipasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan khususnya saat erupsi Gunung Merapi,” katanya.
Melalui kegiatan ini dia berharap masyarakat mampu untuk melakukan baik itu pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi secara mandiri.
Ia menyampaikan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (4/8). Pada hari pertama pihaknya melakukan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan terkait pelaksanaan kegiatan.
Kemudian hari kedua memberikan pembekalan kepada para peserta yang terlibat dalam simulasi dan hari Minggu ini melaksanakan simulasi untuk pertolongan, penyelamatan dan evakuasi secara mandiri, khususnya untuk warga Dusun dan Dusun Duren, Desa Dukun.
Ia menyebutkan jumlah peserta sekitar 100 orang, terdiri atas 28 orang relawan Bimagana Desa Dukun dan sisanya warga Desa Dukun.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
“Kami berharap mudah-mudahan latihan ini bisa dilakukan secara berkala dan bisa di-back up teman-teman dari BPBD. kami juga berharap kegiatan ini menjadi pilot projek untuk semua dusun yang ada di kaki Merapi sehingga apabila terjadi erupsi mereka sudah siap untuk melakukan pertolongan, penyelamatan, dan evakuasi secara mandiri,” katanya.
Ia menilai inventarisasi warga di Desa Dukun ini sudah bagus seperti kelompok rentan, ibu hamil, anak-anak sampai warga penyandang disabilitas.
“Inventarisasi warga sudah bagus, tinggal menambahkan untuk inventarisasi kendaraan, yakni untuk warga yang kondisinya sehat dan warga kelompok rentan. Bagi yang rentan sebaiknya tidak menggunakan truk, tetapi juga melihat situasi dan kondisinya,” katanya.
Ia menuturkan kalau sudah diinventarisasi dan warga pemilik kendaraan siap membantu, mobil tidak usah dilihat mewah atau tidak mewah tetapi bagaimana secepatnya menyelamatkan warga saat erupsi.
Warga Dukun Sugiyono menyampaikan terima kasih dan mendukung atas penyelenggaraan simulasi ini sehingga warga paham harus berbuat apa saat terjadi erupsi.
Warga siap melakukan evakuasi jika erupsi terjadi. Mereka sudah beberapa kali menghadapi bencana erupsi Merapi dan melakukan evakuasi mandiri maupun secara bersama-sama dengan instansi. “Kalau mengungsi saya baru sekali tahun 2010, sebelumnya tempat kami justru menjadi tempat pengungsian dari warga atas,” katanya. (*/antara)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar