Hingga Hari Ini, Jumlah Pengungsi Merapi di Kabupaten Magelang Sebanyak 501 Jiwa

BNews—MAGELANG— Warga lereng Gunung Merapi wilayah Kabupaten Magelang yang mengungsi sebanyak 501 jiwa, hingga Senin (18/1/2021), pukul 06.00 WIB. Ratusan jiwa pengungsi itu berada di empat titik lokasi pengungsian.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edy Susanto mengatakan, mereka mengungsi seiring perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terus meningkat. Saat ini, para pengungsi menempati Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang berada di masing-masing desa penyangga (sister village).

”Para pengungsi berasal dari beberapa dusun yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III,” katanya.

Dia menjelaskan, dusun-dusun tersebut yakni Dusun Trono dengan 24 jiwa, Dusun Pugeran 44 jiwa dan Dusun Trayem 53 jiwa, Desa Krinjing, Kecamatan Dukun. Kemudian Dusun Babadan I 265 jiwa dan Dusun Babadan II 77 jiwa, Desa Paten, Kecamatan Dukun serta Dusun Banaran dan Gondangrejo 38 jiwa, Desa Keningar, Kecamatan Dukun.

”Jadi jumlah pengungsi saat ini di Desa Krinjing ada  121 jiwa, Desa Keningar 38 jiwa dan Desa Paten 342 jiwa,” jelas Edy.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Dia menyebut bahwa sebenarnya Desa Keningar tidak masuk dalam daftar daerah yang diprakirakan bahaya oleh BPPTKG. ”Namun atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian Erupsi Merapi tahun 2010 silam maka pemerintah desa setempat menfasilitasi evakuasi pengungsian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan,  pengungsi dari Desa Krinjing menempati TEA Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan. Desa Keningar di rumah Kepala Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid dan Dusun Babadan I, Desa Paten di TEA Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan.

”Sementara Dusun Babadan II, Desa Paten di TEA Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: