Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Sinkhole Kembali Terjadi di Titik Lama Kulonprogo, Diduga Ada Lorong 50 Meter di Bawah Tanah

Sinkhole Kembali Terjadi di Titik Lama Kulonprogo, Diduga Ada Lorong 50 Meter di Bawah Tanah

  • calendar_month 11 jam yang lalu

BNews-JOGJA-Fenomena lubang tanah amblas atau sinkhole kembali terjadi di wilayah Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lubang berdiameter sekitar tiga meter dengan kedalaman mencapai lima meter itu muncul tepat di samping rumah seorang warga lanjut usia dan kini mengancam keselamatan penghuninya.

Muncul Usai Hujan Deras Tiga Hari

Peristiwa tanah amblas ini terjadi pada Rabu (25/2/2026) pagi, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut.

Menariknya, titik amblesan berada di lokasi yang sama dengan kejadian serupa pada 2023 lalu.

Pemilik rumah, Karyo Dimejo (73), menceritakan detik-detik mencekam saat tanah di pekarangannya tiba-tiba ambles. Saat itu ia sedang berada di dalam rumah sebelum mendengar suara benturan keras.

“Kemarin pagi kejadiannya, suaranya ‘mak glung’ gitu keras sekali. Pas saya samperi, ternyata tanaman kelapa dan singkong sudah ikut ambles ke dalam lubang,” ujar Karyo Dimejo, Jumat (27/2/2026).

Menurut Karyo, sehari sebelumnya kondisi tanah masih terlihat rata dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan longsor. Kini, lubang besar tersebut menganga dengan jarak hanya sekitar dua meter dari dinding rumahnya.

Enggan Mengungsi Meski Terancam

Meski kondisi cukup membahayakan, Karyo mengaku belum berniat meninggalkan rumahnya.

Ia tetap memilih bertahan meskipun anak-anaknya telah berulang kali membujuknya untuk pindah ke tempat yang lebih aman.

“Saya tungguin di sini saja, tidak khawatir. Saya merasa nyaman di rumah sendiri,” ucapnya.

Pernah Terjadi pada 2023, Diduga Ada Lorong Bawah Tanah

Kepala Dukuh Popohan, Restu Bayu Permadi, menjelaskan bahwa fenomena sinkhole ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada 2023, lokasi yang sama pernah ambles dengan ukuran lebih besar, yakni diameter sekitar lima meter dan kedalaman mencapai puluhan meter.

Saat itu, BPBD Kulonprogo bersama pemerintah desa telah melakukan penimbunan menggunakan alat berat. Namun upaya tersebut tidak sepenuhnya efektif, sehingga tanah kembali ambles setelah diguyur hujan intensitas tinggi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Berdasarkan penelitian dari UNDIP Semarang dan UGM Yogyakarta pada 2023 lalu, diketahui bahwa di bawah lokasi ini terdapat lorong panjang di dalam tanah dengan kedalaman lebih dari 50 meter,” kata Restu Bayu.

Penanganan Darurat Cegah Amblesan Susulan

Untuk mencegah lubang semakin melebar akibat aliran air hujan, relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) setempat langsung melakukan langkah darurat. Lubang raksasa tersebut ditutup menggunakan terpal berukuran besar.

Selain itu, warga juga membuat parit kecil di sekeliling lokasi guna mengalihkan aliran air hujan agar tidak masuk ke dalam sinkhole. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko amblesan susulan yang berpotensi lebih besar.

Hingga kini, warga sekitar masih waspada terhadap kemungkinan pergerakan tanah lanjutan, terutama jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less