Siswa SD Kanisius Kenalan Borobudur Gelar Jalan Salib Sambil Bawa Gunungan Hasil Bumi
- calendar_month Sen, 30 Mar 2026

Puluhan siswa SD Kanisius Kenalan Borobudur ikuti Jalan Sallib menyusuri perbukitan Menoreh
BNews-MAGELANG – Menyambut Hari Raya Paskah, puluhan siswa SD Kanisius Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menggelar prosesi Jalan Salib yang unik dan sarat makna, belum lama ini.
Tak sekadar menjalani prosesi doa dan perenungan, para siswa juga membawa gunungan hasil bumi sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan ketahanan pangan. Kegiatan tersebut berlangsung menyusuri kawasan perbukitan Menoreh yang dikenal asri dan penuh nilai spiritual.
Kepala SD Kanisius Kenalan, Yosef Unisimus Maryono, mengatakan kegiatan bertajuk “Jalan Salib Pemerdekaan” ini menjadi wujud pembelajaran iman sekaligus kepedulian terhadap bumi yang saat ini menghadapi berbagai persoalan.
“Air, tanah, terlebih pangan. Kita saat ini punya tantangan untuk bagaimana ketersediaan pangan, terlebih untuk kami yang ada di pedesaan,” jelas Maryono di sela kegiatan.
Jalan Salib di Perbukitan Menoreh Tempuh Rute 4 Kilometer
Prosesi Jalan Salib Pemerdekaan ini dimulai dari jalur Belik Kayen hingga Watu Putih, Kecamatan Borobudur, Magelang. Puluhan siswa berjalan kaki menempuh rute sepanjang 4 kilometer sambil memikul salib kayu di tengah suasana alam perbukitan Menoreh yang sejuk dan hijau.
Yang membuat prosesi ini berbeda adalah kehadiran gunungan besar di barisan depan. Gunungan tersebut disusun dari berbagai jenis sayur, buah, dan rempah-rempah hasil bumi yang dikumpulkan para siswa.
Hasil bumi yang dibawa dalam prosesi tersebut merupakan hasil panen khas petani di sekitar lingkungan sekolah.
Menurut Maryono, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan rohani, tetapi juga ajakan kepada anak-anak untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.
“Dalam pendidikan, untuk menyiapkan mereka hidup ke depan harus mempunyai kesadaran dan keterampilan. Kesadaran ini yang selalu harus dibangun untuk peduli akan sumber hidup di sekitar kami. Momentum paskah ini kami gunakan sebagai bentuk pembelajaran,” ujarnya.
14 Perhentian Jalan Salib Jadi Sarana Refleksi dan Edukasi Lingkungan
Sepanjang perjalanan, para siswa berhenti di 14 perhentian Jalan Salib yang melambangkan kisah sengsara Yesus Kristus. Di setiap titik, mereka melakukan doa dan refleksi di hadapan foto Yesus, sembari memanjatkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi manusia dan alam semesta.
Maryono menambahkan, gunungan hasil bumi yang mereka bawa menjadi simbol kasih Tuhan melalui kesuburan tanah serta pengingat pentingnya menjaga sumber kehidupan.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga kepekaan ekologis untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Selain itu, gunungan yang dipikul bersama salib juga dimaknai sebagai simbol penderitaan dan perjuangan, sejalan dengan kisah Yesus yang memikul salib.
Dalam prosesi tersebut, pihak sekolah juga mengangkat isu keprihatinan terhadap pangan, yang dinilai menjadi; tantangan penting di tengah kehidupan masyarakat pedesaan saat ini.
Siswa Akui Jalan Menanjak dan Licin Jadi Tantangan
Salah satu siswa kelas V, Billy Agung Dwi Saputro, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Jalan Salib Pemerdekaan; karena memberikan pengalaman yang berbeda sekaligus menambah kesadaran tentang pentingnya menjaga alam.
“Kita sadar bahwa kita itu penjaga lingkungan itu dapat menghasilkan hal yang baik dan hari ini lebaran ini kan harga pokok juga naik; dan maka kita menanam dan menggunakan hasil kebun kita sendiri,” ujar Billy.
Billy menuturkan, rute yang dilalui cukup menantang karena dipenuhi tanjakan dan beberapa jalur berbatu licin; di antara pepohonan besar yang rindang.
Karena itu, para siswa tidak hanya dituntut kompak saat mengusung gunungan, tetapi juga harus saling bergantian; saat membawa salib kayu sepanjang perjalanan.
“Ya, lumayan susah juga. Saya merasa senang karena saya tahu bahwa alam itu penting bagi kehidupan. Karena untuk masa depan besok,” ujar Billy.
Jalan Salib Pemerdekaan Jadi Pembelajaran Iman dan Cinta Lingkungan
Kegiatan Jalan Salib Pemerdekaan yang digelar SD Kanisius Kenalan ini menjadi bentuk pendidikan yang memadukan nilai iman; budaya lokal, dan kepedulian lingkungan.
Melalui prosesi tersebut, para siswa diajak memahami makna penderitaan, pengorbanan, sekaligus pentingnya menjaga bumi sebagai sumber kehidupan bersama. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar