Sosok Gaib Ular Naga Penunggu Air Terjun Sumuran Magelang

BNews–MAGELANG– Siapa yang tidak tahu wisata  Air terjun sumuran berada di Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Lokasi ini memiliki pesona yang luar biasa.

Air terjun yang berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl)  ini berada di lereng Gunung Telomoyo.

Dilansir dari Magelangkab.go.id, Kamis (27/11/2021) air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan air yang tidak pernah surut sepanjang tahun.

Meskipun demikian, air terjun sumuran ini tidak lepas dari sisi misterinya yang konon dipercaya ada mahkluk gaib menyerupai ular naga yang menjadi penunggu air terjun.  Namun sosok ini tidak pernah mengganggu pengunjung.

Berdasarkan pantauan Borobudurnews.com melalui kanal Youtube Glory Garuda, cerita nenek moyang ini memang sengaja diwariskan turun temurun. Hal ini bertujuan untuk pelestarian alam sehingga kawasan wisata alam ini tidak dirusak.

Selain sosok gaib ular naga yang merupakan penunggu air terjun, tepat di pancuran air terjun terdapat sumur dengan kedalaman sekitar 30 km.

 Akan tetapi sumur itu tidak bisa sembarangan dipakai. Konon di sumur itulah ular naga penunggu air terjun kerap muncul. Keberadaan sumur inilah yang membuat air terjun itu diberi nama Air Terjun Sumuran.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Air terjun sumuran ini juga menjadi sumber air bagi warga sekitar. Alirannya yang tidak pernah berhenti sepanjang tahun membantu pengairan atau irigasi untuk hamparan perkebunan sayur yang ada di sekitarnya.

Meskipun saat musim hujan deras, air terjun ini tidak pernah membawa material batu dan tanah. Untuk mencapai air terjun sumuran ini ada tantangannya tersendiri.

Dari jalan raya, pengunjung masuk sekitar 3 kilometer, melintasi permukiman warga terlebih dahulu dengan jalanan yang cukup menanjak.

Kemudian 10 menit sebelum mencapai air terjun, wisatawan akan berhenti di tempat parkir dan harus membeli tiket yang dijual dengan harga Rp4.000 per orang. Setelah memarkirkan kendaraan, pengunjung harus jalan kaki  melalui jalan setapak yang bisa ditempuh dalam waktu 10 menit.

 Namun jangan khawatir kelelahan karena sepanjang jalur menuju air terjun, wisatawan akan disuguhi pemandangan yang indah, berupa perkebunan hortikultura. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: