Tak Lapor Petugas, ODP di Temanggung Meninggal Dunia Karena Tidak Terpantau

BNews—TEMANGGUNG— Orang dalam pemantuan (ODP) dilaporkan meninggal dunia di Kranggan Kabupaten Temanggung, kemarin. Korban awalnya tidak bisa dipantau ketat oleh petugas karena tidak melapor.

Sebelumnya, kondisi kesehatan orang itu minim pemantauan karena tidak pernah melaporkan sakitnya kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung. ”Karena tidak pernah melapor, kami tidak mengetahui perkembangan kondisinya hingga dia meninggal,” ujar juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung, Gotri Wijayanto.

Korban warga Kecamatan Kranggan itu diduga tertular dari putranya. Anak korban bekerja di Semarang dan pulang ke Kabupaten Temanggung pada Jumat (3/4/2020). Saat pulang ke rumah, anaknya menderita demam, batuk, dan sesak napas.

Juru bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Temanggung Gotri Wijiyanto mengatakan ODP yang meninggal adalah warga Bengkal Kranggan Temanggung, dia langsung dimakamkan dengan protokol yang ditetapkan.

“Jenazah dimakamkan sesuai aturan di pemakaman tempat tinggalnya. Tidak ada penolakan dari warga,” kata Gotri.

Dikatakan jumlah warga terkonvirmasi Covid-19 sebanyak 24 warga, terinci 23 merupakan transmisi luar dan 1 yang transmisi lokal. Positif sembuh 3 dan tidak ada yang meninggal.

Dia mengatakan jumlah PDP saat ini 30 orang, sedangkan total PDP 77 dengan 40 orang sembuh dan meninggal 7 orang. Sedangkan jumlah ODP kini berjumlah 143. Sehingga total ODP 1.453 dan ODP selesai pemantauan 1.309 orang, dengan satu warga ODP meninggal. (her/wan)

Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: