Tak Percaya Hasil Tes, Massa Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19 Dari RS

BNews—JATENG—Polres Brebes mengamankan 14 warga Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, pada Sabtu (26/12/2020). Sebelumnya mereka diketahui telah mengamuk dan memaksa masuk ke RSUD Brebes.

Kapolres Brebes AKBP Gatot Yulianto mengungkapkan, ke-14 warga tersebut ingin mengambil paksa jenazah pasien positif Covid-19. Mereka bahkan memecahkan kaca pintu lobby rumah sakit.

”Mereka lalu berjalan menuju ruang jenazah untuk mengambil paksa jenazah dan membawa pulang ke rumahnya di Desa Sawojajar,” ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut, puluhan petugas dari Polres Brebes dan Brimob Polda Jateng yang tengah mengamankan libur Natal dan Tahun Baru, langsung mendatangi rumah sakit tersebut. Kemudian menyisir warga yang melakukan perusakan untuk diamankan.

”Belasan warga yang berhasil diamankan kemudian dibawa dengan menggunakan truk menuju Mapolres Brebes,” ujar Gatot.

Lebih lanjut, Gatot menyampaikan bahwa pihak rumah sakit yang dikawal TNI Polri kemudian mendatangi kediaman almarhumah. Untuk mengambil dan memakamkan jenazah sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.

Sempat terjadi penolakan dari pihak keluarga saat jenazah akan dibawa petugas kesehatan. Bahkan, sejumlah anggota keluarga menangis histeris karena menilai almarhumah meninggal akibat sakit yang diderita, bukan karena terkonfirmasi positif Covid-19.

Setelah pihaknya memberikan pemahaman, kata Gatot, pihak keluarga akhirnya memperbolehkan jenazah untuk dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan. ”Pascakejadian, petugas juga melakukan rapid test kepada warga yang telah membawa jenazah keluar dari rumah sakit,” jelas dia.

Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Direktur RSUD Brebes, Oo Suprana mengatakan, pasien yang meninggal dunia itu sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Dedy Jaya. Selanjutnya dirawat di RSUD Brebes usai dinyatakan positif Covid-19.

Saat menjalani perawatan, pasien tersebut melahirkan dan pihak keluarga memaksanya untuk pulang beberapa hari lalu. Namun pada Jumat sore kemarin, pasien dibawa kembali oleh pihak keluarga ke RSUD karena kondisinya semakin kritis. Pasien akhirnya meninggal dunia pada Sabtu dini hari.

”Pasien ini sesuai pemeriksaan hasilnya itu positif Covid-19. Kalau positif itu kan pemakamannya juga khusus. Namun pihak keluarga tidak mau mengikuti aturan sebagaimana perlakuan untuk jenazah pasien Covid-19,” ujar Suprana.

Sementara itu, Sumarlin yang merupakan suami dari almarhumah mengatakan, dirinya tak percaya istrinya positif Covid-19. Ia menyebut, sang istri memiliki kompilasi lambung dan awalnya dirawat di Rumah Sakit Dedy Jaya sebelum akhirnya di rujuk ke RSUD Brebes.

Saat itu kondisi sang istri sedang mengandung. Sumarlin menilai janggal pada swab sang istri karena hasilnya keluar dalam jangka waktu satu hari. ”Ada komplikasi lambung, tapi sebelumnya sudah diizinkan pulang. Kalau tes Covid-19 itu kan dua hari. Ini baru sehari masa dibilang Covid-19,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: