Targetkan Nilai SAKIP ‘A’ Tahun 2024, Pemkot Magelang Gelar Bimtek

BNews—MAGELANG— Hasil evaluasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kota Magelang tahun 2020 memperoleh nilai 67,26 dengan predikat B.

Sementara hasil asessment mandiri oleh Inspektorat terhadap dokumen SAKIP Kota Magelang pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghasilkan nilai 71,18 dengan predikat BB.

Nilai ini menunjukkan tingkat efektifitas dan efisiensi penggunaan anggaran dibandingkan dengan capaian kinerjanya. Kualitas pembangunan budaya kinerja serta penyelenggaraan pemerintahan sudah menunjukkan hasil yang baik, namun masih perlu perbaikan.

Untuk mendorong percepatan peningkatan kualitas SAKIP perlu dilakukan pengembangan dan pendampingan sistem monitoring dan evaluasi kinerja tahunan Kota Magelang (SMART MAGELANG).

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi SAKIP tahap II di Hotel Atria Magelang, Kamis (11/11/2021). Kegiatan ini merupakan kerjasama Pemkot Magelang dengan Smart ID-Universitas Brawijaya.

“Bimbingan teknis yang didukung dengan komitmen bergerak bersama akan mewujudkan peningkatan kualitas sakip dengan predikat “BB” di 2022 dan “A” pada tahun 2024.” ujar Joko.

Sementara itu Walikota Magelang, Muchamad Nur Aziz mengungkapkan bahwa SAKIP ini merupakan kerja keras dari banyak pihak dan diperlukan sinergi dari semua OPD di jajaran pemerintah.

Pada kesempatan ini, Aziz juga mengapresiasi OPD atas atas keseriusan dan kesungguhannya memperbaiki SAKIP. Dengan didukung komitmen untuk bergerak bersama, diharapkan akan terwujud budaya kinerja dan efisiensi efektifitas program pembangunan yang berorientasi pada hasil.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

“SAKIP ini hanya angka, yang terpenting adalah bagaimana kita bergerak bersama berorientasi pada kinerja. Dinas Tenaga Kerja bertanggung jawab mengurangi angka pengangguran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus bisa meningkatkan mutu pendidikan.

Dinas Kesehatan menurunkan angka stunting dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Untuk Dinas Sosial harus lebih memperhatikan penyandang masalah kesejahteraan sosial” tutur Aziz.

Saat ini, proses evaluasi SAKIP sedang dilakukan oleh Kemenpan RB. Sehingga masih ada kesempatan bagi Pemkot Magelang untuk menindak lanjuti hasil rekomendasi evaluasi SAKIP yang disampaikan Kemenpan RB beberapa waktu lalu.

“Mumpung masih ada waktu untuk perbaikan, saya minta kepada tim sakip OPD maupun tim sakip tingkat kota, untuk fokus dan serius serta memanfaatkan tim pendamping secara optimal,” tandas Azis.

Senada dengan Aziz, ketua tim pendamping Unibraw Khairul Muluk mengungkapkan pendampingan ini bukan sekedar konsultasi namun juga melatih OPD agar mampu menghasilkan SAKIP yang lebih baik.

“Yang terpenting adalah mengubah budaya kerja menjadi budaya berorientasi pada kinerja. Jadi ketahuan output dan outcome yang akan dituju, dan kemudian disuport oleh kerja.

Itulah kunci dari SAKIP. Setiap OPD tidak berorientasi pada OPD-nya masing-masing, namun satu kesatuan saling bekerja sama untuk membentuk kinerja daerah,” papar Muluk.(*)

Sumber: humas.magelangkota.go.id

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: