Tarian Aura Farming Bocah Indonesia Viral Global, Dikha Diganjar Duta Pariwisata Riau
- calendar_month Kam, 17 Jul 2025

dhika pacu jalur
BNews-NASIONAL-Sebuah tarian yang awalnya dilakukan secara spontan oleh seorang anak di atas perahu kini menjelma menjadi tren global. Tarian tersebut menjadi viral di media sosial dan telah diikuti oleh sejumlah atlet dan selebritas dunia.
Dalam beberapa minggu terakhir, media sosial dibanjiri video seorang anak laki-laki berkacamata hitam dari Indonesia yang berdiri di atas perahu pacu dan menari dengan gaya unik. Gerakannya disebut sebagai tarian “paling keren di dunia” oleh warganet.
Tarian ini menjadi simbol dari istilah populer di internet, yaitu “aura farming”—sebuah frasa yang digunakan untuk menggambarkan gerakan yang menciptakan kesan karismatik dan keren.
Gerakan tarian yang sederhana namun penuh gaya ini dengan cepat menyebar dan ditiru oleh banyak orang di berbagai negara.
Di antara tokoh terkenal yang mengikuti tren ini adalah pemain American Football Travis Kelce, pembalap Formula 1 Alex Albon; serta klub sepak bola papan atas Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).
Sosok di balik fenomena ini adalah Rayyan Arkan Dikha, seorang bocah 11 tahun asal Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Dikutip dari BBC Indonesia, Dikha mengungkapkan bahwa tarian tersebut lahir tanpa rencana.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Saya sendiri yang menciptakan tarian ini,” ujarnya, Kamis (10/07). “Tarian itu tercipta secara spontan.”
Dikha adalah siswa kelas 5 SD dan baru saja mengikuti ajang balap perahu tradisional yang disebut pacu jalur. Dalam ajang itu, ia menempati posisi Togak Luan, yakni penari yang berdiri di ujung perahu untuk memberi semangat kepada tim pendayung.
Dalam video yang viral, Dikha terlihat mengenakan pakaian adat Melayu Teluk Belanga lengkap dengan penutup kepala.
Ia berdiri di haluan perahu yang didayung oleh lebih dari 10 orang dewasa, dan menampilkan gerakan khas seperti menyapu ke depan dengan tangan, memutar kepalan tangan layaknya roda, serta merentangkan tangan ke berbagai arah.
Tagar seperti #aurafarmingkidonboat dan #boatracekidaura menghiasi TikTok dan telah ditonton jutaan kali sejak akhir Juni. Berkat kepopulerannya, warganet menjulukinya dengan istilah “The Reaper”, yang bermakna “sang penghancur” atau “sang juara”.
“Dia dikenal sebagai ‘The Reaper’ karena dia tak terkalahkan,” tulis seorang pengguna di kolom komentar TikTok yang telah disukai lebih dari 1,1 juta kali.
“Dia mengalahkan lawan dengan aura farming yang gila,” tulis komentar lainnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Tren ini bahkan menarik perhatian tim olahraga profesional. PSG mengunggah video meniru tarian tersebut dengan caption; “Auranya sampai ke Paris” pada 1 Juli, dan video itu ditonton lebih dari 7 juta kali dalam 10 hari.
Sehari setelahnya, Travis Kelce mengunggah video versinya yang kini telah ditonton lebih dari 14 juta kali.
Popularitas Dikha pun mendapat pengakuan dari pemerintah. Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan apresiasinya.
“Menari di ujung perahu itu tidak mudah,” katanya saat menghadiri acara perayaan kepopuleran Dikha, Rabu (09/07). “Menjaga keseimbangan sebagai tarian yang memotivasi tim dayung pacu jalur sungguh tidak gampang. Mungkin itulah mengapa anak-anak dipilih ketimbang orang dewasa, karena lebih mudah bagi mereka untuk menjaga keseimbangan.”
Ibu Dikha, Rani Ridawati, mengaku sempat khawatir dengan keselamatan putranya.
“Kekhawatiran utamanya adalah dia mungkin jatuh,” ujarnya kepada BBC Indonesia. “Terkadang jika dia jatuh secara tidak sengaja atau tiba-tiba, saya khawatir dia tersambar dayung.”
Namun, Rani memastikan bahwa keselamatan anaknya menjadi prioritas. “Tapi kalau dia jatuh, sudah ada tim penyelamat. Tim penyelamat sudah siap,” katanya.
Meski mengaku tidak mengenal para selebritas yang mengikuti gerakan tariannya—walau awalnya sempat menyebut mengenal Travis Kelce—Dikha kini telah menjadi sosok terkenal di tanah air.
Pekan lalu, Gubernur Riau menganugerahkan gelar Duta Pariwisata kepada Dikha sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam mengenalkan budaya lokal ke dunia internasional.
Minggu ini, Dikha dan ibunya diundang ke Jakarta untuk bertemu dengan para menteri di bidang kebudayaan dan pariwisata, serta tampil di televisi nasional.
Dikha mengaku sangat bahagia dengan apa yang ia capai. “Setiap kali teman-teman melihat saya, mereka bilang ‘kamu viral’,” ucapnya sambil tersenyum malu-malu.
Meskipun kini dikenal luas, Dikha tetap memegang impian masa kecilnya.
“Cita-cita saya jadi polisi,” katanya.
Ia pun membagikan pesan untuk semua anak yang ingin mengikuti jejaknya: “Tetap sehat, teman-teman, agar kalian bisa seperti saya.” (*/bbc)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar