Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Terinspirasi Turki, Borobudur Disulap Jadi Hub Wisata yang Hubungkan 5 Daerah

Terinspirasi Turki, Borobudur Disulap Jadi Hub Wisata yang Hubungkan 5 Daerah

  • calendar_month Ming, 2 Agu 2026

BNews—MAGELANG— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan strategi baru dalam pengembangan pariwisata dengan menjadikan Kawasan Candi Borobudur sebagai pusat atau hub wisata yang terintegrasi dengan lima daerah penyangga. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas pergerakan wisatawan sekaligus meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitar.

Mengutip laman Jatengprov.go.id, Sabtu (1/8/2026), lima daerah yang akan terintegrasi dengan Borobudur meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Temanggung. Kelima wilayah tersebut tergabung dalam kawasan aglomerasi Keburejo-Gelangmanggung.

Melalui penguatan konektivitas antardestinasi, pengembangan desa wisata, serta integrasi kalender event, kawasan aglomerasi ini ditargetkan mampu menciptakan distribusi kunjungan wisatawan yang lebih merata dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Konsep pengembangan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Temanggung pada Rabu (3/6/2026).

Borobudur Diproyeksikan Menjadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, Candi Borobudur tidak boleh lagi diposisikan sebagai destinasi wisata tunggal. Menurutnya, Borobudur harus menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di wilayah eks Keresidenan Kedu.

Konsep tersebut mengadopsi pola pengembangan pariwisata yang diterapkan di Turkiye, di mana wisatawan langsung diarahkan untuk mengunjungi berbagai destinasi yang saling terhubung.

“Di Turkiye, begitu masuk ke sana langsung ditawari destinasi ke beberapa tempat. Semua sudah terkoneksi. Di wilayah eks Keresidenan Kedu juga harus begitu. Dampak Borobudur bisa dirasakan oleh Kebumen, dan pantai-pantai Kebumen yang bagus juga bisa dirasakan oleh wisatawan di Borobudur,” ucap Gubernur.

Konektivitas yang disiapkan mencakup jalur wisata Borobudur–Kopeng–Rawa Pening, destinasi wisata di Kabupaten Purworejo, hingga kawasan geopark dan wisata pantai di Kabupaten Kebumen.

Pemprov Jateng Siapkan 165 Desa Wisata

Selain memperkuat konektivitas antardestinasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga akan mempercepat pengembangan desa wisata sebagai penopang utama ekosistem pariwisata.

Target pengembangan desa wisata di masing-masing daerah meliputi:

  • Kabupaten Magelang: 50 desa wisata.
  • Kabupaten Purworejo: 45 desa wisata.
  • Kabupaten Kebumen: 35 desa wisata.
  • Kabupaten Temanggung: 30 desa wisata.
  • Kota Magelang: 5 desa wisata.

“Kita siapkan sekarang agar tahun 2027 tinggal pelaksanaan. Infrastruktur menuju destinasi wisata juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Gubernur Ahmad Luthfi juga meminta pemerintah daerah memperbanyak penyelenggaraan event untuk meningkatkan daya tarik wisata.

“Pariwisata ini sektor yang tidak mengenal resesi,” tegasnya.

Kepala Daerah Dukung Integrasi Pariwisata Borobudur

Rencana integrasi kawasan wisata tersebut mendapat dukungan dari sejumlah kepala daerah di wilayah aglomerasi.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mendorong agar Kawasan Candi Borobudur dapat dibuka pada malam hari sehingga mampu meningkatkan tingkat hunian hotel di Kabupaten Magelang.

Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan berharap promosi Borobudur dapat dikolaborasikan dengan pengembangan destinasi wisata kawasan Sindoro-Sumbing.

Di sisi lain, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah mengusulkan penyusunan kalender event terpadu bagi seluruh daerah dalam kawasan aglomerasi agar jadwal kegiatan tidak saling berbenturan dan promosi dapat dilakukan secara bersama-sama.

Melalui penguatan konektivitas destinasi, kolaborasi antardaerah, serta integrasi promosi pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan Borobudur tidak hanya menjadi ikon pariwisata dunia, tetapi juga lokomotif pertumbuhan ekonomi yang mampu menggerakkan kawasan Keburejo-Gelangmanggung secara berkelanjutan. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less