Kisah Inspiratif, Gadis Penjual Jamu Gendong Cantik Lulusan SMP

BNews–JATENG– Sebuah kisah inspiratif lama ini bisa dijadika semangat kaum muda saat ini juga. Dimana seorang penjual jamu gendong cantik ini harus merantau ke luar kota.

Ia adalah seorang gadis cantik lulusan SMP asal Desa Conto, Kecamatan Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dirinya nekat merantau berjualan jamu gendong di wilayah Bogor, dan sempat  viral di dunia maya.

Pratiwi Safarina usia 16 tahun kala itu tahun 20218, gadis manis asal bumi gaplek itu memilih berjualan jamu gendong keliling di Bogor. Pasalnya orangtuanya tak memiliki biaya untuk menyekolahkannya ke SMA.

“Setelah saya lulus SMP, saya ikut orangtua dan kakak saya di Bogor jual jamu gendong keliling di Jonggol, Bogor,” ujar Pratiwi tahun 2018 lalu.

Pratiwi mengungkapkan, meski masih berusia belia, dia tidak malu berjualan jamu gendong keliling. Baginya, berjualan jamu gendong menjadi salah satu mencari rezeki yang berkah dan halal.

“Saya tidak malu berjualan jamu gendong keliling. Kan saya tidak mencuri,” ungkap Pratiwi.

Menurut Pratiwi, dia pertama kali berjualan jamu gendong sejak enam bulan lalu.  Saat pertama berjualan, ia merasa waswas. Namun, kondisi itu tak berlangsung lama.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Pada awal berjualan, kata Pratiwi, saudaranya mengikutinya selama tiga hari.  Selanjutnya, ia berjualan sendiri jamu gendong keliling wilayah Jonggol, Bogor.

“Saya berangkat siang karena pagi masih jaga anak kakak saya. Berangkat naik angkutan umum, turun di sekolah, lalu jalan keliling berjualan jamu gendong,” ujar Pratiwi.

Dia mengaku tertarik berjualan jamu gendong setelah melihat rekan-rekanya mendapatkan penghasilan dari hasil berjualan jamu.  Ia pun meracik jamu tradisional, mulai dari beras kencur hingga kunir, sendiri alias tanpa bantuan orangtuanya.

“Setelah setahun tinggal di Bogor, saya melihat teman-teman berjualan jamu kok enak. Saya juga ingin memiliki pengalaman bekerja sendiri sebelum nanti menikah,” tuturnya lembut.

Setelah enam bulan berjualan, gadis kelahiran Wonogiri, 2 Mei 2001, ini kini sudah mendapatkan banyak langganan. Caranya berjualan yang sopan dan supel menjadikan banyak orang membeli jamu gendongnya.

“Terkadang jamu gendong jualan saya sampai habis. Satu hari bisa dapatkan Rp 100.000,” kata Pratiwi.

Berjualan jamu gendong tak hanya mendapatkan sukanya saja, acap kali ia harus menghadapi pembelinya yang usil.  Namun, kondisi itu tak membuatnya takut berjualan.

“Hanya digoda-goda saja. Tidak sampai ke fisik,” ucap Pratiwi.

Saat ditanya alasan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan ke SMA, Pratiwi mengaku orangtuanya tak memiliki biaya sekolah.  Sebab, penghasilan bapaknya sebagai penjual mainan dan ibunya penjual jamu gendong hanya pas-pasan.

Untuk menggapai cita-citanya, Pratiwi tak akan berhenti berjualan jamu gendong. Putri kedua pasangan Mariman (42) dan Marni (37) itu ingin membuka usaha kios bersama pria idamannya di kampung halaman bila modal sudah terkumpul. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: