Terlalu Lama Menatap Layar Gadget? Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

BNews—KESEHATAN— Pemakaian gadget, misalnya smartphone, tablet, hingga laptop, telah menjadi kebiasaan sehari-hari bagi banyak orang. Tidak sedikit bahkan yang mengalami ‘kecanduan’, di mana mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menatap layar gadget-nya.

Mulai dari bangun tidur hingga menjelang tidur di malam hari. Hal ini dapat terjadi pada siapa pun, baik orang dewasa maupun anak-anak. Kebiasaan buruk menatap layar gadget terlalu lama bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, terutama pada mata.

Masalah utama yang dapat terjadi akibat pemakaian gadget terlalu lama adalah computer vision syndrome (CVS). Kondisi ini meliputi sejumlah masalah mata, termasuk mata kering dan mata lelah.

CVS dipicu oleh gerakan mata yang mengikuti alur yang sama secara berulang-ulang, seperti saat melihat layar gadget atau membaca. Semakin lama mata Anda mengikuti gerakan tersebut, semakin parah dampaknya bagi kesehatan.

Mata kering

Mata kering terjadi karena mata Anda jarang berkedip. Dilansir dari Harvard Health, Anda bisa lupa berkedip ketika melihat layar gadget, terutama jika Anda tengah fokus atau serius seperti saat bekerja. Jumlah kedipan mata pada akhirnya menurun dari normalnya 15 kali per menit menjadi lima sampai tujuh kali per menit.

Masalahnya, Anda butuh berkedip untuk mengembalikan lapisan cairan tipis yang melindungi permukaan mata. Jika Anda jarang berkedip, mata menjadi kering sehingga menyebabkan pandangan kabur dan ketidaknyamanan.

Kondisi ini juga bisa diperparah dengan rendahnya kelembapan dan udara dingin karena penggunaan pendingin ruangan atau AC. Kedua kondisi tersebut dapat memberikan dampak buruk pada kelenjar meibom. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi minyak (lipid) dalam lapisan air mata Anda untuk mencegah mata kering.

Mata lelah

Penggunaan gadget terlalu lama juga bisa menyebabkan mata lelah. Salah satu kemungkinan pemicunya adalah cahaya atau kilau (glare) dari layar gadget.

Dilansir dari Harvard Health, sumber-sumber cahaya terang tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan, terutama jika Anda memiliki katarak.

Mata lelah juga dapat disebabkan oleh melihat layar dalam jarak dekat tanpa penggunaan kacamata yang tepat. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala dan melemahkan kemampuan mata Anda untuk fokus.

Sejumlah penelitian bahkan menyatakan bahwa mata lelah dapat disebabkan oleh kesulitan fokus pada teks atau gambar di layar gadget. Sebab, keduanya terbuat dari piksel yang membuat tepiannya buram.

Kerusakan retina

Layar gadget memancarkan sinar biru yang dapat menjangkau lapisan dalam di bagian belakang mata Anda (retina). Dilansir dari sebuah penelitian dalam International Journal of Ophthalmology di tahun 2018, sinar biru dapat merusak sel-sel yang sensitif terhadap cahaya di dalam retina.

Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit degenerasi makula yang terkait usia ini, yakni salah satu pemicu kehilangan penglihatan. Berdasarkan American Optometric Association, anak-anak lebih mungkin mengalaminya dibandingkan dengan orang dewasa ketika terpapar sinar biru berenergi tinggi.

Di samping ketiga kondisi di atas, penggunaan gadget dalam waktu lama juga bisa memicu sejumlah gangguan mata lainnya, seperti kelihatan fleksibilitas fokus, rabun jauh, iritasi mata, mata merah, hingga penglihatan ganda.

Cara mencegah gangguan mata akibat penggunaan gadget atau membaca

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko gangguan mata, seperti mata lelah dan kering, saat melihat layar gadget atau membaca.

1. Jaga kelembapan mata

Anda bisa menggunakan obat tetes mata untuk mencegah mata kering dan lelah. Cara ini juga dapat mencegah dampak buruk dari pendingin (AC) atau pemanas ruangan yang dapat membuat mata semakin kering.

2. Lebih banyak berkedip

Berkedip adalah cara mata untuk membuat permukaannya tetap lembap. Proses ini menghasilkan air mata yang berfungsi untuk melembapkan dan menyegarkan mata Anda. Cobalah untuk membiasakan diri untuk berkedip lebih sering saat melihat layar gadget atau membaca.

3. Atur tingkat kecerahan layar gadget

Sebagian besar layar gadget bisa diatur tingkat kecerahannya. Pastikan layar gadget Anda tidak lebih terang daripada cahaya di sekelilingnya supaya mata tidak dipaksa bekerja keras untuk melihatnya. Anda juga bisa mengatur cahaya ruangan untuk mengurangi risiko mata lelah.

4. Jaga jarak antara mata dan layar atau buku

Jagalah jarak antara layar atau buku yang Anda baca sekitar satu lengan atau setara dengan 63 cm dari mata. Sebab, mata akan dipaksa bekerja lebih keras jika layar atau buku terlalu dekat dengan wajah. Selain itu, atur posisi layar supaya Anda bisa melihatnya sedikit ke bawah.

5. Istirahatkan mata secara berkala

The American Ophthalmological Society merekomendasikan peraturan 20-20-20 untuk mengurangi risiko mata lelah. Istirahatkan mata Anda setiap 20 menit dengan melihat objek sejauh 20 kaki (6 menter) selama 20 detik. Cara ini membuat mata Anda bisa beristirahat.

6. Mengurangi silau

Pastikan layar gadget dalam posisi yang tepat agar tidak menghasilkan silau dari sinar matahari atau cahaya internal. Cahaya silau tersebut bisa memperburuk kondisi mata Anda.

7. Menggunakan blue light filter

Teknologi blue light filter dapat mengurangi jumlah sinar biru yang dihasilkan dari layar gadget yang Anda gunakan. Beberapa gadget telah dilengkapi dengan teknologi ini sehingga Anda bisa mudah mengaturnya. Mengurangi sinar biru dapat membantu menjaga mata agar tidak mudah lelah. (*)

Sumber: Sehatq

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: