Ternyata Begini Cara Kerja Seismik Pantau Aktivitas Merapi 24 Jam di Pos Babadan
- calendar_month Sel, 28 Jul 2020

PANTAU: Petugas Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Babadan, Yulianto, memantau Merapi melalui seismik digital, Selasa (28/7). (Foto: rur)
BNews—DUKUN— Udara sejuk menyelimuti Pos Pengamatan Gunung Merapi di Babadan, Dusun 2, Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Seluruh aktivitas gunung merapi terpantau 24 jam melalui pos ini dengan menggunakan alat-alat khusus.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan, Yulianto menjelaskan pos di sini hanya menggunakan alat seismik digital melalui layar komputer. Seismik digital menggunakan alat sensor untuk memantau pergerakan gunung yang dipasang di puncak Gunung Merapi.
”Alatnya berbentuk seperti toples ditengahnya ada pegas. Apabila pegas bergoyang, ia akan mengirimkan data. Dari data tersebut dirubah menjadi frekuensi kemudian mengirim ke sini (ke pos) nanti di sini akan dirubah lagi untuk mengidentifikasi aslinya seperti apa,” tuturnya, Selasa (28/7).

Yulianto menjelaskan, alat tersebut akan mucul di layar komputer dengan menggunakan jaringan internet. Apabila ada pergerakan, Gunung Merapi akan mengeluarkan audio seperti bunyi dan visual akan terlihat di layar seperti ada gelombang.
”Ya, itu apabila ada bunyi bertanda ada aktivitas Merapi. Dan dari layar komputer juga ada menampilkan gerakan seperti gelombang,” jelasnya
Terang dia, alat EDM (Electronic Distance Measurement) merupakan pengukur jarak elektronik. Alat tersebut berfungsi untuk mengukur jarak dengan menggunakan gelombang elektromagnetik berupa sinar infra merah sebagai gelombang pembawa sinyal pengukuran.
”Sementara untuk penggunaan listrik dan internet di Pos Babadan, Alhamdulillah, lancar. Kami menggunakan alat power mandiri dan kami juga menyediakan genset apabila listrik mati. Tapi sejauh ini, di sini tidak pernah terdampak pemadaman listrik,” ungkapnya.
Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah menambah alat untuk memantau letusan gunung merapi yang saat ini masih berstatus waspada pada pekan lalu (22/7). Ada tiga tambahan alat yakni alat pemantauberupa kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang Magelang, Balerante Klaten dan Boyolali. (rur/han)
About The Author
- Penulis: BNews 3



Saat ini belum ada komentar