PSSI Gelar Rapat Darurat Terkait Insiden Liga 4
- calendar_month Sel, 27 Jan 2026

ILUSTRASI: Pemain bola (Foto oleh RF._.studio _ dari pexels.com)
BNews–OLAHRAGA– PSSI menggelar rapat darurat (emergency online meeting) bersama PSSI Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk membahas sejumlah insiden serius yang terjadi dalam pelaksanaan Putaran Provinsi Liga 4 musim 2025/2026 yang belakangan viral di media sosial.
Rapat daring tersebut diikuti Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali, Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, anggota Exco Rudy Yulianto, Kairul Anwar, Ketua Komite Disiplin Umar Husin, perwakilan Departemen Wasit Pratap Singh. Selain itu terdapat juga para perwakilan PSSI Jawa Tengah, PSSI Jawa Timur, dan manajer maupun panitia pelaksana pertandingan Liga 4 di kedua provinsi tersebut.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi mengungkap bahwa rapat darurat digelar atas arahan langsung Ketua Umum dan Eksekutif Komite PSSI, menyusul berbagai peristiwa luar biasa yang terjadi dalam kompetisi Liga 4, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kami diminta untuk segera mengambil langkah tegas,” ungkapnya, dikutip dari laman resmi PSSI, Selasa (27/1/2026).
Yunus menyebut rapat darurat digelar agar PSSI bisa mengambil langkah tegas. Apalagi kejadian tersebut bisa berpengaruh pada ekosistem sepak bola nasional. Ia pun menilai, kejadian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan lokal semata.
“Akibat dari tindakan sejumlah pemain, media sosial menjadi sangat ramai dan mendiskreditkan nama sepak bola Indonesia, khususnya PSSI,” kata Yunus.
Yunus menegaskan, PSSI akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan penambahan regulasi Liga 4. Sanksi yang akan diterapkan, menurut dia, tidak hanya menyasar pemain.
“Apabila terjadi hal-hal luar biasa, maka akan dilakukan evaluasi serta penambahan regulasi Liga 4 untuk memberikan sanksi. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada pemain, tetapi juga kepada pelatih, manajer, ofisial, bahkan kepada klubnya,” ujarnya.
IKUTI BOROBUDUR NEWS di GOOGLE NEWS (KLIK DISINI)
Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali menambahkan, setiap kejadian yang terjadi di level mana pun tetap akan dipersepsikan sebagai peristiwa sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
“Kejadian di mana pun dan apa pun yang terjadi, itu akan selalu dilihat sebagai peristiwa sepak bola Indonesia. Terjadi di kabupaten, terjadi di provinsi, apalagi di tingkat nasional,” imbuhnya.
Ia mengingatkan bahwa sepak bola Indonesia berada dalam pengawasan federasi internasional. Karena itu, setiap insiden yang terjadi di daerah berpotensi memengaruhi penilaian global terhadap sepak bola nasional.
“Kita berada di bawah pengawasan FIFA dan AFC. Apa pun yang terjadi di kabupaten atau provinsi, FIFA pasti menilainya sebagai kejadian sepak bola Indonesia,” katanya.
Zainudin menjelaskan, sejak awal PSSI menggulirkan Liga 4 dengan keyakinan bahwa asosiasi provinsi serta kabupaten dan kota memiliki kesiapan untuk menyelenggarakan kompetisi. Namun, dalam perjalanannya, muncul persoalan serius yang tidak bisa diabaikan.
“Itulah sebabnya kami di PSSI melakukan langkah-langkah untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia. Kita harus menyelamatkan sepak bola Indonesia ini dari penilaian yang buruk,” ucap Zainudin.
Rapat darurat ini digelar menyusul sejumlah insiden yang terjadi dalam kompetisi Liga 4. Salah satunya terjadi pada pertandingan Liga 4 Jawa Tengah antara Persikaba Blora melawan PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/1/2026), ketika seorang pemain Persikaba ditendang di bagian dada oleh kiper PSIR.
Insiden serupa terjadi di Liga 4 Jawa Timur dalam laga PS Putra Jaya melawan Perseta 1970 Tulungagung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2025).
PSSI memastikan akan melanjutkan konsolidasi dengan asosiasi provinsi, perangkat pertandingan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kompetisi berjalan dengan menjunjung sportivitas, fair play, dan keselamatan semua pihak. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 7




Saat ini belum ada komentar