Tiga Sanggar Seni Di Lereng Merbabu Magelang Kolaborasi Gelar Ritual Dan Pentas Seni

BNews–MAGELANG– Sanggar Dom Sunthil, Sanggar Satrio Pininggit, dan Sanggar Warangan Merbabu membuat kolaborasi pentas kesenian tari setelah sekian lama absen. Dimana pentas tersebut digelra di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Minggu lalu (5/9).

Pentas sederhana digelar di sebuah lahan samping  kiri rumah Tri Handoko, pimpinan Sanggar Dom Sunthil. Dimana mayoritas penari adalah anak-anak dan orang usia 20-an yang unjuk kebolehan.

Sebelum pertunjukkan sah tergelar, beberapa dari mereka melakukan ritual Tapak Kuda Sembrani di sebuah area aliran air, tak jauh dari rumah Handoko.

Di tempat yang airnya sedang susut tersebut, terdapat cekungan pada sebidang batu yang diyakini bekas tapak kuda sembrani, hewan mitologi Nusantara berupa kuda yang memiliki sayap. Pada cekungan itu, air menggenang.

Menurut Handoko, warga sekitar pun mempercayai air yang tergenang itu bisa menyembuhkan penyakit mata dan kulit dan meremajakan kulit.

“Di situ ambil air, buat cuci muka di rumah. Nanti setelah sembuh, kita kasih kembang telon di sana,” katanya.

Usai ritual, pentas tari langsung dimulai. Topeng ireng, soreng prajuritan, buto grasak, kuda lumping, dan bedoyo. Dimana secara bertahap- tahap ditampilkan Sanggar Dom Sunthil, Sanggar Satrio Pininggit, dan Sanggar Warangan Merbabu.

Handoko menerangkan acara tersebut diadakan lantaran sudah lama tidak ada pentas akibat pembatasan penyelenggaraan kegiatan umum imbas pandemi Covid-19.

Dengan mengusung tema “Umbul Donga”, ia pun berharap, paling tidak, Desa Muneng Warangan terhindar dari penyakit-penyakit corona.

“Masyarakat segera normal dari ekonominya, pekerjaannya, dari semua segi kembali normal biar hidup aman dan damai,” pungkasnya.  (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: