Yuk Berlibur ke Ladon Little Island: Berkuda, Rafting Hingga Nikmati Jajanan Kekunoan

BNews—BOROBUDUR— Destinasi wisata alam Ladon Little Island di Dusun Sangen, Desa Candirejo, Kecamatan Borobudur akhir-akhir ini menjadi primadona. Bagaimana tidak, objek wisata yang terletak di bibir Sungai Progo ini menawarkan hamparan pasir putih bak pantai dengan latar panorama Pegunungan Menoreh.

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Ladon Little Island ternyata juga menyajikan beberapa wahana bermain. Serta jajanan kuliner kekinian hingga kekunoan lewat Pasar Klathakan yang berada di dalam area tersebut.

Tempat wisata yang baru diresmikan pada 26 Juli 2020 ini mampu menjadi magnet masyarakat. Rata-rata angka kunjungan wisatawan bisa 300 orang perhari. Sementara pada akhir pekan atau tanggal merah bisa menembus 750-an orang.

Agar wisatawan tidak bosan, pengelola menyediakan beberapa wahana. Seperti berkuda yang dipatok dengan tarif cukup bersahabat, yakni Rp20 ribu perorang untuk satu kali putaran. Sementara rafting dipatok Rp40 ribu.

Si kecil menunggang kuda mengelilingi Ladon Little Island.

”Untuk paket keliling dengan perahu bisa dinaiki empat orang (anak-anak) atau maksimal lima orang (empat anak-anak + satu dewasa),” tutur Ketua Pengelola Ladon Little Island Sukatman kepada Borobudur News, Rabu (5/8).

Selain itu, terdapat juga spot foto menarik dengan latar belakang pemandangan Perbukitan Menoreh. Namun, pengunjung tidak diperbolehkan berenang di sungai.

Loading...

”Pengunjung tidak kami perkenankan untuk berenang di sungai ini karena di tengah terdapat cekungan yang dalam seperti palung. Tapi, ada tempat khusus untuk bermain air bagi anak-anak di tempat yang benar-benar dangkal di daerah atas,” jelas pria 41 tahun itu.

Setelah lelah berkeliling dan menikmati beberapa wahana, pengunjung tak perlu khawatir. Ladon Little Island juga memiliki Pasar Klathakan sebagai pusat jajanan yang cukup lengkap.

”Mulai jajanan kekinian seperti soto ayam, sosis bakar, cilok telur (cilor), tempura, mie cup dan es kopyor. Lalu yang tradisional ada lotek hingga ronde. Ada juga stan yang menjajakan souvenir khas Borobudur,” ungkap pria yang karib disapa Katman.

Bentuk koin yang digunakan sebagai alat pembayaran di Pasar Klathakan.

Untuk membeli aneka jajanan, pengunjung bisa menggunakan koin. Uniknya, koin tersebut terbuat dari bahan tripleks dengan stempel khusus yang menjadi alat pembayaran sah di Pasar Klathakan.

Baca juga: Destinasi Baru Ladon Little Island, Pantai Pasir Putih Tersembunyi di Borobudur

Namun, koin sementara waktu baru bisa dipakai di hari Minggu. Dan di hari biasa tetap menggunakan cash money.

”Satu koin senilai Rp2 ribu. Kalau sisa, koin bisa ditukar kembali dengan uang. Bisa juga dibawa pulang untuk kenang-kenangan. Dan bisa dipakai di Minggu berikutnya,” terangnya.

Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa memancing ikan secara gratis di Sungai Progo, selama mengikuti peraturan dari pihak pengelola. Antara lain telah membayar tiket masuk Rp2 ribu dan tiket parkir motor Rp2 ribu atau mobil Rp5 ribu.

”Di sungai ini terdapat ikan beong, tawes, lele lokal hingga tombro. Tidak ada biaya tambahan apabila pengunjung ingin memancing, ya, monggo silakan saja,” ujarnya mempersilakan

Katman menceritakan, arti kata Ladon sendiri berasal dari kata dasar Ladu. Dahulu, ketika Gunung Merapi meletus, material pasir memenuhi sekitaran daerah tersebut. Maka, pihak pengelola sepakat menamakan Ladon yang berarti daerah yang tertutup pasir.

Objek wisata ini juga menerapkan standar protokol kesehatan sesuai anjuran satuan tugas penanganan covid-19. Antara lain, menyediakan tempat cuci tangan yang cukup unik bernama padasan karena terbuat dari batang bambu utuh yang dilubangi kemudian diisi air bersih.

”Kami juga siapkan sabun serta pengecekan suhu tubuh di pintu masuk dengan thermo gun,” ujarnya.

Padasan, tempat cuci tangan unik dari bambu yang disediakan bagi wisatawan.

Diakui Katman, keberadaa Ladon Little Island secara tidak langsung mengangkat sektor perekonomian kratif bagi masyarakat setempat. Mulai dari parkir, kuliner hingga persewaan wahana.

”Omzet Ladon Little Island per-weekdays dari parkir dan tiket masuk rata-rata mencapai Rp750 ribu. Sedangkan weekend atau akhir pekan bisa mencapai Rp3 juta. Itu baru parkir belum yang lainnya,” beber dia.

Sementara itu, salah satu wisatawan asal Borobudur, Shinta, mengaku senang dan sangat menikmati wisata alam di sini. Bagi perempuan 23 itu, kunjungan tersebut baru kali pertama dan sangat berkesan.

”Tahu dari media sosial dan teman-teman. Sangat cocok untuk piknik bersama keluarga,” ujar Shinta.

Bagi para wisatawan yang ingin berkunjung atau sekedar bertanya tentang Ladon Little Island, bisa mengunjungi akun Instagram @ladonlittleisland. Atau menghubungi contact person Sukatman di 0819-1541-9392. (rur/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: