Tol Jogja Bawen di Banyurejo Potong 4 Sungai
- calendar_month Sel, 20 Jun 2023

Kawasan trase jalan tol Jogja Bawen yang lintasi Magelang
BNews-JOGJA– Pembangunan tol Jogja Bawen seksi 1 ruas Jogja-Banyurejo setidaknya bakal memotong empat sungai di wilayah Sleman.
Meski demikian pelaksana pembangunan proyek ini memastikan keberadaan sungai tersebut akan tetap aman. Salah satunya dengan dibangun konstruksi underbridge.
Pembangunan underbridge ini dilakukan karena trase jalan tol memotong sungai. Sehingga perlu dilakukan relokasi karena di titik tersebut dilakukan timbunan untuk menyamakan elevasi jalan tol.
Pekerjaan relokasi sungai ini bertujuan agar sungai yang ada tetap bisa mengalir tanpa harus di tutup; sehingga aliran sungai pada daerah tersebut tetap lancar dan pembangunan elevasi jalan tol dapat lebih mudah.
Berdasarkan tayangan terbaru Youtube BPJT terkait tayangan video trase Tol Jogja Bawen seksi 1 telah ditentukan; titik pembangunan underbridge di sepanjang proyek tersebut. Setidaknya ada lima titik underbridge yang diberikan keterangan; sebagai akses Banyurejo Kawasan Tempel, Sleman. Titik undebridge ini berada di STA0+400, STA 0+625, STA 0+800, STA 1+092 dan STA 1+250.
Selanjutnya ada empat sungai yang akan dilewati tol Jogja Bawen ini dan harus dibangun underbridge. Jika ditelusuri dari arah Banyurejo menuju Jogja; di antaranya Underbridge Sungai Krasal berada di STA 68+650, Unndebridge Kali Mataram atau Selokan Mataram; yang dibangun di STA 68+825. Selain itu ada Undebridge Sungai Sangu Bantu di STA 72+925 dan Underbridge Kali Konteng di STA 75+825.
Dari sejumlah underbridge tersebut salah satu pengerjaan girder yang sudah dilakukan yaitu di Underbridge Kali Mataram.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), A. J Dwi Winarsa menyampaikan pekerjaan erection girder; dilakukan perdana di Tol Jogja-Bawen seksi 1 STA 68+825, di Jembatan Selokan Mataram, Desa Banyurejo, Tempel, Kabupaten Sleman.
Dalam pekerjaan tersebut ada 20 gelagar yang dibagi menjadi 2 dengan dimensi yang berbeda yakni 10 gelagar panjang bentang 40,8 meter dengan berat 88 ton; dan 10 gelagar panjang bentang 30,8 meter dengan berat 58 ton.
Pekerjaan tersebut juga menggunakan 2 unit crawler crane cap 250 ton (crane erection) dan 1 unit crawler crane cap 120 ton (crane loading). (*/harianjogja)
About The Author
- Penulis: Marisa Oktavani





Saat ini belum ada komentar