Tradisi Pecah Celengan Perempuan di Srumbung Untuk Hadapi Covid-19

BNews–SRUMBUNG– Siasati kondisi wabah corona (Covid-19) yang berdampak pada perekonomian, warga di lereng merapi pecah celengan. Menghimpun dan membagikan guna membantu menghidupkan perekonomian warga Dusun Ngagrong Desa Kamongan Srumbung Magelang.

Mereka membagikan Paket Kebutuhan Sembako Masyarakat (Kepokmas) kepada masyarakatnya kemarin (14/4/2020). Dan uniknya lagi, sembako tersebut merupakan hasil celengan warga sebesar Rp 5000 dari hasil menyapu setiap minggu pagi.

“Setiap nyapu ibu-ibu bayar lima ribu. Bukan iuran tapi tabungan,” kata salah satu warga Sri Wahyuni seperti yang dikutip media online Pemkab Magelang.

Dari hasil menyapu tersebut, uang dikumpulkan menjadi satu sebagai dana siaga dusun. Dimana dana tersebut bisa ditukarkan sembako seperti minyak goreng, gula pasir, beras dan lainnya.

Pencairan sembako itu pun hanya bisa dilakukan saat kondisi ‘genting’ atau menjelang hari raya Idul Fitri saja. “Tidak membebani, tapi wajib bagi ibu-ibu di sini nyelengi (menabung) untuk jaga-jaga,” imbuhnya.

Perlu diketahui juga, masyarakat di desa tersebut memang sudah biasa menghadapi situasi bencana yakni erupsi merapi. Sehingga ketika kondisi terbatas dan serba sulit seperti wabah saat ini, mereka tetap bisa bernafas lega. Hal ini dikarenakan kebutuhan pokok sehari-hari masih bisa terpenuhi.

Ditambahkan, Sri Yatmi bahwa kemarin telah dibagikan 28 paket sembago kepada warga. “Kami bisa hidup dengan pola sederhana, sehingga saat waktu kesulitan sangat efekti menjaga rasa nyaman dan aman,” tambahnya.

Selain itu dana iuran tak seberapa itu juga berperan sebagai lumbung pangan mandiri yang dapat digunakan setiap saat. “Alhamdulillah bisa meringankan beban. Selain desa bersih sehat, perut juga kenyang,” pungkasnya. (*/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: