Tragedi Guru SD IT As Syafi’iyah Magelang: Menteri Pendidikan Beri Santunan dan Dukungan Moral
- calendar_month Rab, 21 Mei 2025

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, memberikan bantuan secara langsung kepada keluarga korban kecelakaan Kalijambe di SD IT Magelang
BNews-MAGELANG — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, memberikan bantuan secara langsung kepada keluarga korban kecelakaan tragis yang terjadi di Jalan Raya Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, pada Rabu (7/5/2025) lalu.
Penyerahan bantuan dilakukan di SD Islam Tahfidz Qur’an (SD IT) As Syafi’iyah, yang berlokasi di Jalan Blabak–Mendut, Dusun Cabean, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, pada Rabu (21/5/2025).
Dalam musibah tersebut, total korban mencapai 17 orang, dengan 12 orang meninggal dunia dan sisanya mengalami luka-luka.
Sebanyak 10 korban meninggal merupakan guru perempuan dari SD IT As Syafi’iyah yang tengah melakukan perjalanan dinas.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan rasa duka dari kami. Bantuan sebesar Rp5 juta kami berikan kepada masing-masing ahli waris, baik korban meninggal maupun yang saat ini masih menjalani perawatan,” ujar Menteri Abdul Mu’ti.
Menteri menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas wafatnya para guru yang dinilainya sebagai pejuang pendidikan.
Ia menekankan bahwa para guru tersebut telah berjasa besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)
“Kami mendoakan agar seluruh almarhumah diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ucapnya.
Abdul Mu’ti juga memberi semangat kepada kepala sekolah dan para guru yang masih bertugas untuk tetap optimistis serta terus mendampingi murid dalam proses pembelajaran. Ia berharap tragedi ini tidak melemahkan semangat para pendidik dan siswa.
“Pemerintah juga akan mendukung rencana pembangunan kembali SD IT As Syafi’iyah, agar semangat belajar tidak padam,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti menyebut telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait kecelakaan maut yang diduga kuat disebabkan oleh rem blong. Ia menekankan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap uji kelayakan kendaraan, terutama yang melintas di jalur-jalur rawan.
“Rem blong ini bukan alasan baru. Tapi harus jadi perhatian serius. Kita minta instansi terkait meningkatkan pengawasan dan inspeksi kendaraan, agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar