Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Simpan 12 Kg Obat Petasan di Bengkel, 2 Pemuda di Muntilan Ditangkap Polisi

Simpan 12 Kg Obat Petasan di Bengkel, 2 Pemuda di Muntilan Ditangkap Polisi

  • calendar_month Sen, 1 Apr 2024

BNews-MAGELANG- Dua pemuda di Magelang telah ditangkap oleh polisi karena kedapatan menyimpan 12 kilogram bahan peledak berupa bubuk mercon atau petasan.

Bahan peledak tersebut disembunyikan di bengkel tempat kedua pemuda tersebut bekerja di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.

Polisi berhasil menyita bubuk petasan tersebut sebagai barang bukti.

Bubuk petasan tersebut dibeli oleh DF (18), seorang pekerja di bengkel sepeda motor di Desa Adikarto, Muntilan.

Awalnya, DF membeli 14 kg bahan peledak seharga Rp5 juta melalui transaksi online pada tahun 2023.

Sebanyak 2 kg bahan peledak telah diolah menjadi petasan.

DF mengaku belajar meracik bahan seperti potassium, belerang, dan brom secara otodidak.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Sayangnya saya menyimpan sisa bubuk petasan di bengkel. Sebenarnya, saya merasa cemas dengan kemungkinan bahaya yang dapat terjadi jika bahan ini meledak,” ujar DF dalam konferensi pers Operasi Pekat Candi 2024 di Polresta Magelang, Rabu (27/3/2024).

DF mengakui bahwa petasan yang diraciknya akan dijual selain dari penggunaan pribadi.

Selain DF, dalam kasus ini, polisi juga menangkap AM (18), seorang pekerja lain di bengkel tersebut.

AM (18) merupakan warga Kecamatan Ngablak, Magelang.

Kepala Polresta Magelang, Kombes Mustofa, menyatakan bahwa dalam Operasi Pekat Candi selama 20 hari, pihaknya berhasil menyita total 18,7 kg bahan petasan.

Ada lima tersangka yang terlibat dalam kepemilikan bahan tersebut.

“Seluruh tersangka akan dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat 12/1951 dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun,” ujar Kombes Mustofa. (bsn)

https://www.instagram.com/p/C5AMnparO_8/

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less